PERKUMPULAN Kawan Lama (Kalam) Batam kembali meneguhkan komitmennya, sebagai wadah yang mempersatukan para senior dan tokoh yang telah lama menjadi bagian dari perjalanan pembangunan Kota Batam. Semangat kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian menjadi fondasi utama organisasi untuk terus melangkah menghadapi tantangan zaman.
Salah seorang pendiri Kalam, Prof Dr Soerya Respationo SH MH MM, mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga ikatan kekeluargaan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
Menurutnya, Kalam dibangun atas dasar saling mengenal, saling menghormati, dan saling mendukung sehingga perbedaan pandangan maupun dinamika organisasi tidak boleh mengurangi eratnya persahabatan dan silaturahmi di antara sesama anggota.
Keanggotaan Kalam mencerminkan keberagaman yang menjadi kekuatan organisasi. Di dalamnya berhimpun para pengusaha, akademisi, politisi, mantan pejabat Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemerintah Kota (Pemjo) Batam, birokrat, serta tokoh masyarakat dari berbagai bidang. Perpaduan pengalaman dan kompetensi tersebut, menjadi modal besar untuk memberikan gagasan serta kontribusi nyata bagi kemajuan Batam.
Rapat pengurus yang dipimpin Ketua Umum Hermanto M Noor bersama Sekretaris Jenderal Irsafwin Chaniago dihadiri jajaran pengurus dan sejumlah anggota, di antaranya Drs Buralimar MSi, Edi R Surbakti, Ir. Manjit Singh, Sarbini SH, Junaidi ST, Bambang W, dan Socrates.
Pertemuan tersebut, menghasilkan kesepakatan untuk melakukan restrukturisasi kepengurusan sebagai langkah memperkuat organisasi, agar lebih adaptif dan siap menghadapi tantangan ke depan.
Restrukturisasi dilakukan sebagai tindak lanjut atas berbagai kendala yang dihadapi dalam beberapa tahun terakhir, terutama dampak pandemi Covid-19 yang menghambat aktivitas organisasi, serta adanya sejumlah pengurus yang tidak lagi aktif. Keputusan tersebut, juga merupakan kelanjutan dari hasil rapat Dewan Pendiri dan pengurus yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Melalui kesepakatan bersama, masa bakti Ketua Umum diperpanjang dengan mandat utama menyusun kembali kepengurusan untuk periode 2026–2030.
Hasil restrukturisasi selanjutnya akan memperoleh pengesahan dari Dewan Pendiri melalui Surat Keputusan yang menjadi dasar kepengurusan baru Kalam Batam.
Kalam memiliki modal sosial yang sangat kuat, karena anggotanya merupakan bagian dari masyarakat yang ikut menyaksikan sekaligus berperan dalam perjalanan panjang pembangunan Kota Batam. Ikatan sejarah, pengalaman, dan rasa memiliki terhadap daerah menjadi energi yang memperkokoh solidaritas organisasi.
Dengan latar belakang profesi yang beragam, Kalam memiliki jaringan yang luas dan potensi besar untuk menjadi mitra strategis pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memberikan pemikiran, menjaga nilai-nilai sejarah, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
Ketua Umum Kalam, Hermanto M Noor, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi. Menurutnya, amanah tersebut akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat kebersamaan.
Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota, untuk terus memperkuat kekompakan, menjaga persaudaraan, serta menjadikan Kalam sebagai organisasi yang semakin bermanfaat, produktif, dan memberi nilai tambah bagi seluruh anggotanya maupun masyarakat Batam.
Ke depan, Kalam juga akan memperluas keanggotaan dengan membuka kesempatan bagi warga Batam yang telah menetap sejak tahun 1995 dan 2000.
Organisasi ini, juga mulai menyiapkan regenerasi melalui pelibatan generasi muda agar semangat pengabdian, persaudaraan, dan kecintaan kepada Batam terus berlanjut dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dengan optimisme, persatuan, dan pengalaman yang dimiliki para anggotanya, Kalam diharapkan terus menjadi rumah besar yang mampu melahirkan gagasan, mempererat silaturahmi, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Batam. ***
