Kapal Yunani Tujuan Gaza Bertolak dari Pulau Syros

Kapal relawan Global Sumud Flotilla (GSF), konvoi internasional menembus blokade Israel di Jalur Gaza dan menyalurkan bantuan kemanusiaan, bertolak dari Pulau Syros pada Minggu (14/9/2025). (F. Xinhua)

YUNANI (Kepri.co.id – Xinhua) – Kapal layar Yunani “Oxygono” (Oksigen), yang merupakan bagian dari Global Sumud Flotilla (GSF), konvoi internasional yang bertujuan menembus blokade Israel di Jalur Gaza dan menyalurkan bantuan kemanusiaan, bertolak dari Pulau Syros pada Minggu (14/9/2025).

Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Syros, Yunani. (XHTV)

Misi itu bertujuan, meningkatkan kesadaran terkait penderitaan rakyat Palestina dan membantu mengakhiri konflik yang dimulai hampir dua tahun yang lalu, ujar Vassilis Rogas, jurnalis surat kabar Yunani Epochi (Era) yang juga merupakan anggota misi Yunani.

“Kami menyerukan kepada masyarakat di seluruh dunia untuk turut berdemonstrasi bersama kami, agar tercipta mobilisasi dan tekanan sebesar mungkin terhadap institusi-institusi, negara-negara, organisasi internasional, dan negara Israel itu sendiri,” ujar Vassilis Rogas, jurnalis surat kabar Yunani Epochi (Era) yang juga merupakan anggota misi Yunani,

“Saya berpartisipasi karena saya tidak bisa berdiam diri. Saya tidak bisa membiarkan dan menyaksikan ketidakadilan ini terjadi di depan mata kita, pada layar-layar kaca di seluruh dunia. Ini harus dihentikan sekarang juga,” ujar Ploutarchos Vergis, anggota misi Yunani.

Para aktivis Yunani dari berbagai usia dan profesi bertolak dari Pelabuhan Ermoupolis untuk bergabung dengan 1.000 aktivis lainnya dari 40 lebih negara, menaiki sekitar 60 kapal di perairan internasional Mediterania dan dalam perjalanan menuju Gaza, menurut pihak penyelenggara GSF.

Kapal pertama dari Global Sumud Flotilla telah bertolak dari Barcelona, Spanyol, pada 31 Agustus 2025. Selama dua pekan terakhir, kapal-kapal dari Tunisia, Libya, dan Italia turut berpartisipasi dalam konvoi tersebut.

Upaya serupa sebelumnya berakhir tanpa hasil yang jelas. Pada Juni 2025 lalu, pasukan Israel mencegat sebuah kapal yang mengangkut para aktivis yang berupaya menembus blokade Israel di Gaza. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

“Kematian Terasa Lebih Berbelas Kasih”, Pilihan Menyakitkan untuk Bertahan Hidup di Gaza

Warga Gaza Protes Perintah Evakuasi di Tengah Krisis Kemanusiaan yang Kian Parah

Sekjen PBB Khawatir dengan Laporan Israel Perluas Operasi Militer dan Blokir Penyaluran Bantuan di Gaza

Pejabat PBB Peringatkan Perluasan Operasi Militer Israel di Gaza