Sembilan Bulan Beroperasi, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Telah Angkut 4 Juta Penumpang

Seorang penumpang memotret di peron Stasiun Halim di Jakarta pada 17 April 2024. (F. Xinhua/Xu Qin)

JAKARTA (Kepri.co.id – Xinhua) – Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), yang populer dengan sebutan Whoosh, pada Sabtu (13/7/2024) tercatat telah mengangkut 4 juta penumpang sejak mulai beroperasi secara komersial pada 17 Oktober 2023 lalu.

General Manager Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Eva Chairunisa, mengatakan, pencapaian tersebut membuktikan tingginya kepercayaan dan antusiasme masyarakat Indonesia terhadap KCJB selama sembilan bulan masa operasinya.

Baca Juga: Kereta Cepat Whoosh Angkut 2,6 Juta Penumpang pada Semester Pertama 2024

“Hal ini dapat kami capai, berkat upaya dan inovasi yang dilakukan KCIC dan seluruh pemangku kepentingan, yang terus berupaya meningkatkan layanan kami,” kata Chairunisa dalam sebuah pernyataan.

KCJB di Indonesia merupakan kereta cepat pertama di Asia Tenggara. Dengan kecepatan yang dirancang mencapai 350 Kilometer per jam, Whoosh menghubungkan Stasiun Halim di Jakarta dengan Stasiun Tegalluar di Bandung, Provinsi Jawa Barat, kota terbesar keempat di Indonesia, dan memangkas waktu tempuh antara kedua kota tersebut dari tiga jam lebih menjadi hanya sekitar 40 menit.

Chairunisa juga mengatakan, keberadaan Whoosh memberikan dampak positif yang signifikan di berbagai sektor, terutama pariwisata dan industri di daerah tersebut.

Baca Juga: Pedagang Lokal Raih Keuntungan dari Kehadiran Kereta Cepat Whoosh Jakarta – Bandung

“Dampak positif terhadap pariwisata memperkuat misi kami, meningkatkan konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi melalui transportasi yang efisien dan nyaman,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, KCIC akan terus meningkatkan fasilitas di stasiun dan di dalam kereta untuk memberikan kenyamanan yang lebih kepada penumpang. (asa/ xinhua-news.com)