SINGAPURA (Kepri.co.id – Xinhua) – Wakil Perdana Menteri (PM) Singapura, Gan Kim Yong pada Kamis (11/9) menyerukan agar Asia memosisikan diri sebagai kawasan yang menawarkan stabilitas, keterbukaan, dan inklusivitas untuk melepaskan potensi pertumbuhannya di dunia yang terpecah belah.
Dalam pidato utamanya di sebuah forum, Gan, yang juga menjabat sebagai menteri perdagangan dan industri Singapura, menguraikan tiga area di mana Asia dapat menawarkan “nilai tambah yang unik” kepada dunia.
Dengan konflik yang terus terjadi di berbagai belahan dunia, Gan menekankan, Asia harus terus menjaga jalur dialog tetap terbuka, menahan diri ketika konflik terjadi, serta memperkuat mekanisme regional yang dapat membantu mengatasi perbedaan.
Gan yakin bahwa Asia perlu terus mendorong regionalisme dan integrasi ekonomi, seraya menyebutkan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/ RCEP) sebagai contoh utama.
RCEP bertujuan untuk menghapus hambatan tarif dan menyediakan aturan asal barang yang seragam dan efisien untuk perdagangan di kawasan bagi pelaku usaha, tambahnya.
Selain itu, Gan mengatakan bahwa Asia dapat menampilkan diri sebagai model kerja sama yang inklusif dan berpandangan ke depan, seraya menyebutkan adanya perbedaan laju transisi rendah karbon dan pengembangan ekonomi digital antarnegara.
Gan memperingatkan bahwa dunia sedang menghadapi “peningkatan ketidakpastian,” dengan persaingan strategis yang kian tajam, proteksionisme yang semakin dalam, serta kepentingan bersama global, mulai dari perdagangan hingga kerja sama iklim, berada di bawah tekanan. “Di tengah gejolak ini, Asia memiliki peluang untuk tampil menonjol,” ujarnya. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Sambangi Kepala BP Batam, Menteri Singapura Puji Perkembangan Ekonomi Batam
Singapura Tanggung 20 Persen Lebih Biaya Tarif AS
Catat Tanggalnya, 12 Band Rock Legend Singapura, Malaysia, dan Lokal Batam Guncang Jagat Musik Batam
Singapura Luncurkan Standar Baru untuk Pangkas Konsumsi Energi TI Pusat Data Sebesar 30 Persen
Dubes RI untuk Singapura Siap Kolaborasi dengan BP Batam Gaet Investor
Catatan 2024 BP Batam: Singapura dan Tiongkok Dominasi PMA di Batam
Singapura Dominasi Investasi Terbesar Senilai Rp1,214 Triliun di Batam
