SINGAPURA (Kepri.co.id – Xinhua) – Singapura meluncurkan standar baru untuk membantu para operator dan pengguna pusat data, menggunakan peralatan Teknologi Informasi (TI) yang hemat energi, dengan tujuan untuk memangkas konsumsi energi TI di pusat-pusat data setidaknya 30 persen. Demikian diumumkan Otoritas Pengembangan Media Infocomm (Infocomm Media Development Authority/ IMDA) pada Jumat (22/8/2025).
Standar tersebut, SS 715:2025: Efisiensi Energi Peralatan TI Pusat Data, memberikan panduan bagi pengguna dalam memilih peralatan TI yang memenuhi tolok ukur efisiensi energi internasional. Standar ini juga mempromosikan praktik-praktik terbaik, seperti konsolidasi beban kerja dan virtualisasi guna meningkatkan pemanfaatan peralatan.
Standar itu juga menetapkan, peralatan TI harus mampu beroperasi dengan aman pada suhu hingga 35 derajat Celsius.
Para pengguna pusat data juga dapat mengajukan permohonan hibah IMDA, untuk memutakhirkan peralatan mereka agar sesuai dengan standar baru tersebut.
Di sebuah pusat data pada umumnya, peralatan TI menyumbang sekitar 60 persen dari total konsumsi energi. Seiring meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI), permintaan energi dari pusat data diperkirakan akan terus meningkat, ungkap IMDA. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Ekonomi Singapura Tumbuh 4,3 Persen pada Q2 di Tengah Ketidakpastian Perdagangan Global
TNI AU Operasi Patroli Udara Selat Malaka “Eye In The Sky” Libatkan Malaysia dan Singapura
Lanud Hang Nadim Dukung Kegiatan Latgab Bersama Pasukan Khusus TNI dan Singapura
Mencicipi Bacang Biru Nyonya di Museum The Intan Singapura
IKA Unsri Kepri & Singapura Dilantik, Harus Bernyali Besar Berkontribusi untuk Negeri
Lebih Separo Investasi PMA di Batam Didominasi Singapura
Kehadiran SEZ Singapura-Johor: Peluang Emas Meningkatkan Daya Saing KEK Batam
