JAKARTA (Kepri.co.id – Xinhua) – Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia (RI) pada Kamis (7/5/2026) malam melepas 36 peserta, yang terdiri atas pegawai pemerintahan, akademisi, hingga transmigran, untuk mengikuti program pelatihan pengembangan kawasan transmigrasi dan pengentasan kemiskinan di China.
Kegiatan ini, merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Transmigrasi RI dan Kedutaan Besar China di Indonesia.
“Pada 2021, China mendeklarasikan lenyapnya kemiskinan ekstrem di dalam negaranya. Kita ingin belajar best practice itu dan mengimplementasikannya di Indonesia,” ujar Menteri Transmigrasi RI, M Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam keterangan resminya.
Peserta yang diberangkatkan terdiri transmigran, analis internal kementerian, para pelatih balai pelatihan transmigrasi, pejabat setingkat direktur dan kepala divisi dari departemen pemerintah terkait di Indonesia, serta akademisi dari 10 perguruan tinggi. Mereka akan mengunjungi China selama dua pekan dari 9 hingga 22 Mei 2026, dengan mengikuti beragam kegiatan perkuliahan, diskusi, dan kunjungan lapangan.
Pengalaman yang didapatkan dari kunjungan ke China ini, menjadi modal bagi para peserta yang nantinya akan memulai program Tim Ekspedisi Patriot (TEP). TEP merupakan program pemberdayaan masyarakat di 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia, khususnya 10 kawasan transmigrasi di wilayah Papua.
Program ini, sebetulnya bukanlah kali pertama karena dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia juga rutin mengirim puluhan kepala desa belajar tentang pembangunan desa dan pengentasan kemiskinan di China, melalui kemitraan dengan Kedutaan Besar China untuk Indonesia dan juga departemen pemerintah terkait di China. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Menteri Transmigrasi RI: Pengalaman Proyek Tiga Ngarai China Patut Diteladani Indonesia
Akademisi Indonesia Petakan Jalur Kolaborasi China-Indonesia Usai Kunjungi Sejumlah Desa di Yunnan
Kunjungi China, Mentrans RI Puji Pengalaman China dalam Proyek Tiga Ngarai







