ANAMBAS (Kepri.co.id) – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kepulauan Anambas, Toni Karnain resmi menutup kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) SD/MI se-Kecamatan Siantan.
Dalam penutupan tersebut, ia menyampaikan selamat kepada para juara dan memotivasi peserta yang belum berhasil, agar terus belajar untuk pertandingan mendatang.
”Kelompok Kerja Guru (KKG) Tuah Siantan memang selalu aktif dari dulu. Kita Dinas Pendidikan berharap, semua KKG tidak harus di Kecamatan Siantan, di semua kecamatan aktif untuk melihat situasi atau isu-isu di bidang pendidikan,” kata Kadisdikpora Toni Karnain di ruang kerja nya, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, Porseni bukan kegiatan pertama yang digelar KKG Tuah Siantan. ”Ini bukan satu-satunya bidang yang sering mereka laksanakan. Dulu-dulu itu, mereka selalu meningkatkan kompetensi guru, jadi mereka punya andil,” puji Toni.
Ia mengaku, Dinas Pendidikan merasa terbantu dan sangat mengapresiasi. ”Secara etika, organisasinya sudah sangat bagus. Sebelum melaksanakan, sebulan sebelumnya mereka sudah datang ke dinas. Mereka sampaikan akan melaksanakan, minta persetujuan, dan minta arahan apa yang harus mereka lakukan,” ungkap Toni.
Kadisdikpora menyebut, tahun ini KKG memilih olahraga dan seni dengan tujuan peningkatan talenta siswa. Apalagi, sekarang ini karakter dengan kemampuan kognitif atau ilmu itu harus diimbangi. Tidak lagi belajar di sekolah itu hanya tentang belajar ilmu, tapi olahraga, seni, peningkatan kompetensi itu wajib dan harus.
”KKG Tuah Siantan itu membuat kami bangga. Pengurusnya humble-humble orangnya. Mereka pintar, tapi mereka merasa perlu datang ke dinas. Saking mereka ingin menghargai. Padahal, mereka lebih banyak ide daripada kami,” ujarnya.
Ia menilai KKG kecamatan lain belum seluas KKG Siantan. ”Saya belum dengar KKG kecamatan lain, walaupun ada di Siantan Utara, Palmatak, tapi lebih ke dalam kelas, lebih ke lingkup mereka. KKG Siantan sudah membantu dinas pendidikan. Mereka mencari, menggalang dana untuk kegiatan itu. Yang lain belum nampak, belum sehebat mereka,” kata Toni.
”Pasti ujung-ujungnya mereka terbentur ke dana. Tapi, banyak cara kalau kita punya niat. Contoh KKG ini, mereka datang ke sini bawa proposal dan mereka tidak bilang ‘Pak kami minta bantuan’. Justru kami yang bertanya, perlu apa dari dinas. Mereka juga lapor, ‘Pak kami dapat tambahan dari Pak Sekda, dari Pak Bupati’. Jadi memang support-nya banyak, makanya acaranya besar,” terang Toni.
Ia mengusulkan Festival Ekspo Pendidikan dengan stand tiap jenjang PAUD, SD, SMP. ”Ditampilkan hasil karya sekolah, teknologi yang sudah dipelajari, jual makanan tradisional. Mungkin selama dua hari. Supaya masyarakat mengenal, oh pendidikan ternyata belajar ini,” minda Toni.
”Saya berharap kecamatan lain ikut, walaupun bukan KKG. Nanti, bisa dibuka oleh Pak Bupati. Di ekspo itu ada tampil seni, olahraga, hasil karya anak sekolah. Kalau lapangan kecil, ya mungkin SD cukup satu stand gabungan. Jadi meriah, yang belum pernah dilakukan,” tambahnya.
Sebagai bentuk motivasi, Disdikpora akan menggelar malam apresiasi. ”Salah satu acara nanti di malam apresiasi, akan ada organisasi pendidikan yang memang menjadi inspirasi dan harus diikuti kecamatan lain, supaya nanti tahun depan berlomba-lomba,” saran Kadisdikpora.
Terkait reward, Kadisdikpora menyebut, tingkat kabupaten tetap ada meski tidak dalam event khusus. ”Dari dulu ada untuk tingkat kabupaten, walaupun tidak dalam level seleksi. Tapi, pemerintah melaksanakan, contoh sekarang namanya O2SN, ada OSN, Olimpiade Sains Nasional, Olimpiade Olahraga. Jadi ada, dan saat ini sedang Olimpiade Sains,” ujar Toni. (fen)
