AS jadi Pasar Terbesar, Ekspor Batam Tumbuh Signifikan di Awal 2026

AS jadi Pasar Terbesar, Ekspor Batam Tumbuh Signifikan di Awal 2026
Anggota/ Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Francis (tiga kiri), menghadiri First Cut Steel Ceremony proyek Tangguh Ubadari Carbon Capture Utilization - MD4 (TUCC-MD4) di PT Wasco Engineering Indonesia, Rabu (8/4/2026). (Sumber: BP Batam)

BATAM (Kepri.co,id) – Kinerja ekspor Batam membuka tahun 2026, dengan sinyal kuat di pasar global.

Amerika Serikat (AS) kembali menjadi motor utama, dengan lonjakan ekspor sebesar 30,71 persen atau mencapai 860,32 juta Dolar AS pada periode Januari hingga Februari 2026.

Singapura menempati posisi kedua, dengan nilai ekspor sebesar 704,47 juta Dolar AS atau tumbuh 4,52 persen.

Sementara itu, India mencatat lonjakan tertinggi dengan pertumbuhan mencapai 410,23 persen atau sebesar 344,67 juta
Dolar AS, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kuatnya kinerja di pasar utama ini, menegaskan bahwa permintaan global terhadap produk Batam masih solid di tengah dinamika ekonomi dunia.

Momentum positif juga terlihat di sejumlah negara lain.

Ekspor ke Tiongkok naik 49,63 persen menjadi 265,55 juta Dolar AS Jerman tumbuh 65,36 persen menjadi 44,90 juta Dolar AS, serta Filipina melonjak signifikan hingga 89,68 juta Dolar AS.

Dari sisi sektor, industri manufaktur tetap menjadi tulang punggung.

Mesin dan peralatan listrik mencatat nilai terbesar dengan pertumbuhan 24,75 persen atau 1.561,44 juta Dolar AS.

Disusul minyak dan lemak hewan/nabati yang tumbuh 44,77 persen (194,46 juta
Dolar AS), produk kimia naik 16,34 persen (167,74 juta Dolar AS), serta perangkat optik yang melonjak 40,27 persen (54,30 juta Dolar AS).

Di tengah capaian tersebut, total ekspor Batam pada Januari hingga Februari 2026,mengalami koreksi 3,67 persen atau tercatat sebesar 3.107,47 juta Dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan ini, terutama dipengaruhi oleh sektor kapal, kakao/ cokelat, serta produk besi dan baja olahan.

”Data awal 2026,menunjukkan pasar utama Batam masih tumbuh dan beberapa sektor industri tetap mencatat kinerja yang positif. Fokus kami, menjaga momentum pada sektor-sektor yang sedang menguat, sambil memberi perhatian pada sektor-sektor yang terkoreksi,” ujar Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Francis, saat menghadiri First Cut Steel Ceremony proyek Tangguh Ubadari Carbon Capture Utilization – MD4 (TUCC-MD4) di PT Wasco Engineering Indonesia, Rabu (8/4/2026).

Ia menegaskan, struktur ekspor Batam masih ditopang oleh pasar utama yang kuat, serta sektor manufaktur yang tetap ekspansif, sehingga menjadi modal penting menjaga pertumbuhan ke depan.

Oleh karena itu, BP Batam menegaskan komitmennya, menjaga stabilitas kinerja ekspor, melalui penguatan iklim investasi dan fasilitasi industri.

Langkah ini, diharapkan dapat memperkuat daya saing produk Batam di pasar global, sekaligus mengakselerasi pemulihan pada sektor-sektor yang mengalami koreksi. (amr)

BERITA TERKAIT:

BP Batam Tunjukkan Daya Saing Global, Tawarkan Potensi Investasi Batam di Selangor International Business Summit 2025

Di Depan Pemerintah Amerika, Fary Francis Tegaskan Komitmen Prabowo Jadikan Batam Tujuan Investasi Dunia

Powin LCC Amerika Jajaki Investasi Semikonduktor di Batam

Batam Tumbuh di Tengah Tekanan Global: Investasi Domestik Melonjak, Fondasi Ekonomi Makin Mandiri