SHENZHEN (Kepri.co.id – Xinhua) – Produsen mobil asal China BYD dan raksasa drone DJI, meluncurkan sebuah sistem drone cerdas yang dipasang di kendaraan, dengan tujuan mengubah mobil menjadi platform hiburan dan eksplorasi bergerak (mobile).
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Shenzhen, China. (XHTV)
Sistem tersebut, yang diberi nama “Lingyuan”, mengintegrasikan drone dengan kendaraan, menawarkan bidang pandang vertikal untuk menangkap momen perjalanan secara waktu nyata (real-time).
Baca Juga: BYD Jual Lebih dari 13.000 Unit Mobil Listrik di Indonesia dalam 5 Bulan
Sistem ini akan tersedia di semua model BYD. Demikian diumumkan BYD dalam sebuah acara peluncuran pada Minggu (2/3/2025) di Shenzhen, yang merupakan pusat teknologi utama di Provinsi Guangdong, China selatan.
“Lingyuan” dilengkapi landasan pendaratan yang terpasang di mobil dan dapat ditutup, sehingga memungkinkan lepas landas dan pendaratan secara otomatis, perekaman lanjutan yang tersinkronisasi, serta penyimpanan dan pengisian daya drone secara cepat, ungkap Yang Dongsheng, Wakil Presiden Senior BYD.
Baca Juga: Belum Genap Setahun, Mobil Listrik BYD Miliki Puluhan Diler di Indonesia
“Kolaborasi antara BYD dan DJI lebih dari sekadar menempatkan sebuah drone di mobil,” kata Wang Chuanfu, chairman sekaligus Presiden BYD, dalam acara peluncuran tersebut.
Wang mengatakan, mereka memulai dari nol, mengintegrasikan teknologi kendaraan dan drone dengan cara yang menyempurnakan keduanya.
Baca Juga: BYD Jadi Salah Satu Merek Terlaris di Ajang GIIAS 2024
Presiden DJI, Luo Zhenhua juga menyampaikan hal yang sama, seraya menekankan teknologi tidak seharusnya digunakan untuk menciptakan mainan bagi segelintir orang.
“Teknologi seharusnya menjadi alat yang bermanfaat bagi dunia,” ujarnya. Dia menyebut, kemitraan ini sebagai sebuah terobosan dalam inovasi produk dan pendefinisian ulang ekosistem mobilitas.
Baca Juga: BYD Serah Terima 1.000 Mobil Listrik untuk Pembeli di Indonesia
Didirikan pada 1995 sebagai produsen baterai, BYD menjadi yang terdepan di sektor kendaraan energi baru (new energy vehicle/ NEV) di China.
Pada 2024, perusahaan tersebut mencatat penjualan NEV melonjak 41,26 persen secara tahunan (year on year) ke angka lebih dari 4,27 juta unit.
Baca Juga: Merek China Dominasi Pasar EV Indonesia pada Agustus 2024
DJI didirikan pada 2006 dan berkantor pusat di Shenzhen. Perusahaan ini berkembang menjadi kekuatan dominan dalam industri drone global.
Produk-produknya banyak digunakan dalam pembuatan film, pertanian, upaya pencarian dan penyelamatan, infrastruktur energi, dan masih banyak lagi. (hen/ xinhua-news.com)







