Warga Tembesi Tower Sepakat Pelebaran Jalan ROW 100 Meter

Suasana sosialisasi pelebaran jalan di Aula Kantor Kecamatan Sagulung, Kamis (7/3/2024). Sementara kanan, patok daerah milik jalan (Damija) 100 Meter di Kampung Tembesi Tower. (F. asa)

BATAM (Kepri.co.id) – Warga Tembesi Tower yang terdampak pelebaran daerah milik jalan (Damija) atau Right Of Way (ROW), setuju pelebaran ROW 100 Meter tersebut.

“Untuk kepentingan umum, warga sepakat. Dalam hal ini, sepakat ROW 100 Meter karena sudah diukur dan ada patoknya. Meski begitu, kami minta bukti legalitasnya dan site plan ROW 100 meter ini,” ujar Pengacara Warga Tembesi Tower, Orik Ardiansyah SH usai sosialisasi pelebaran jalan di Aula Kantor Kecamatan Sagulung, Kamis (7/3/2024) sore.

Pertemuan tersebut, sesuai undangan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Batam, Imam Tohari SH MH nomor 001/300.1/III/2024 tanggal 6 Maret 2024.

Pertemuan dipimpin langsung Kasatpol PP yang dihadiri pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Kota Batam, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Kota Batam.

Baca Juga: Warga Minta LAHP Ombudsman Ditegakkan, Orik: BP Batam Maladministrasi Tunda Lama Legalitas Tembesi Tower

BACA JUGA:   Menteri PPN/ Bappenas Buka Indonesia Development Forum di Kepri

Hadir juga dari Direktorat Lahan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kecamatan Sagulung, Polresta Barelang, Kapolsek Sagulung, Lurah Tembesi, perangkat RT/ RW Tembesi Tower, dan lainnya.

Menjawab pertanyaan pengacara warga Tembesi Tower tersebut, Imam Tohari mengaku senang, warga melalui pengacara warga setuju pembangunan jalan ROW 100 meter tersebut.

“Kalau membangun Pak, pemerintah tak mau salah. Pasti ada dasar aturannya. Kalau mau minta aturan dan site plan-nya, silakan ajukan surat,” ujar Imam Tohari yang di luar kedinasan sebagai Ketua Forum Komunikasi Sedulur Jawa Timur (Forkom Se-Jatim) periode 2022—2026 ini.

Mendapat jawaban tersebut, Orik memastikan akan menyurati mengajukan surat dan legalitas.

“Tapi, tolong dibatasi pak ya, ini khusus masalah pelebaran jalan. Bukan soal persoalan lahan dengan PT TPM, yang berbatasan dengan Kampung Tembesi Tower,” ujar Orik.

Dijawab Imam Tohari, rapat pada hari tersebut sosialisasi pelebaran jalan bukan terkait persoalan lain.

“Ini murni persoalan jalan. Kalau ke luar dari jalur koridor rapat ini, saya yang akan tampil di depan melawan,” tegas Imam, yang disambut tepuk tangan warga Tembesi Tower yang terdampak pelebaran jalan ROW 100 Meter.

BACA JUGA:   Polsek Sekupang Tangkap Karyawan J&T, Gelapkan Uang Jasa Ongkir

Terhadap pelebaran jalan ROW 100 Meter, kata Orik, minta perhatian pemerintah agar memperhatikan warga yang sudah tinggal puluhan tahun di tempat tersebut.

“Terhadap bangunan atau usaha warga yang tergusur akibat pelebaran ROW 100 Meter ini, tolong diperhatikan Pak,” kata Orik, tanpa merinci seperti apa perhatian dari pemerintah.

Terkait perhatian yang dimaksudkan, Imam Tohari menjawab, terkait ganti rugi bukan ranah pihaknya.

Dalam rapat tersebut, Imam Tohari menyebut ada wacana di depan Tembesi Tower akan diperluas dari ROW 100 Meter menjadi 150 Meter, karena di samping Tembesi Tower akan ada kawasan industri.

“Terkait pelebaran dari ROW 100 Meter menjadi 150 Meter, kami belum tahu. Kalau ada perubahan, kami minta dasar hukum dan site plan-nya. Saat ini, yang kami setuju baru ROW 100 meter, karena memang sudah ada patoknya. Sedangkan ROW 150 Meter, kami minta dasar hukum dan site plan-nya,” ujar Orik.

BACA JUGA:   Polsek Sekupang Bersihkan Pantai

Menanggapi wacana perubahan dari ROW 100 Meter ke ROW 150 Meter tersebut, Imam Tohari mempersilakan pihak DBM SDA Kota Batam dan CKTR Kota Batam memaparkannya.

Sayangnya, baik DBM SDA dan CKTR belum menyiapkan data. Bahkan, perwakilan DBM SDA dan CKTR bisik-bisik di belakang Imam Tohari.

“Saya tak mau bisik-bisik di belakang saya, ngomong saja di depan masyarakat. Sebaiknya, kalau rapat seperti ini, kalau tak siap data nggak usah hadir. Saya tak mau rapat yang seperti ini,” ujar Imam gusar.

Rapat diakhiri dengan kesimpulan warga setuju pelebaran jalan ROW 100 Meter, sedangkan perubahan dari ROW 100 Meter ke 150 Meter, pihak warga minta dasar hukum dan site plan-nya. (asa)