Kalapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang Harapkan Personel Profesional Bertugas

BINTAN, Kepri.co.id – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kepri, M Pithra Jaya Saragih, melaksanakan kegiatan penguatan tata kelola dan kinerja di Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang.

Kegiatan tersebut bertujuan, meningkatkan integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan profesionalisme jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, dalam menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

Dalam arahannya, Kakanwil menekankan pentingnya optimalisasi program aksi kementerian, penguatan keamanan dan ketertiban melalui deteksi dini, serta peningkatan kualitas pembinaan dan pelayanan kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Seluruh jajaran diingatkan senantiasa menjaga integritas, menghindari segala bentuk pelanggaran, serta memastikan setiap kegiatan terlaksana, terdokumentasi, dan dilaporkan melalui aplikasi STAR-ProAksi.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, Fauzi Harahap, menyampaikan komitmen jajarannya, menindaklanjuti arahan tersebut.

“Arahan Bapak Kakanwil menjadi pedoman kami dalam meningkatkan kinerja. Kami berkomitmen menjaga integritas, memperkuat keamanan dan ketertiban, serta meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan kepada warga binaan,” jelasnya, Sabtu (7/11/2026).

Dikatakan Fauzi, melalui penguatan tersebut, seluruh jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang diharapkan semakin berkomitmen mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, transparan, dan akuntabel.

“Saya berharap, seluruh personel harus bertanggung jawab atas kinerja dan menjunjung tinggi profesional dan akuntabel,” ungkapnya. (yuli)

BERITA TERKAIT:

Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang Jalin Kerja Sama dengan Dinas Petanian Pemkab Bintan

Lapas Narkotika Tegaskan Perang Lawan Narkoba

Menteri Imipas Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkotika di Lapas dan Rutan

70 CPNS Kanwil Ditjenpas Kepri Resmi jadi PNS, Kakanwil Tekankan Integritas dan Profesionalisme