Israel Setujui Rencana Perluasan Operasi Militer dan Pendudukan Gaza

Israel Setujui Rencana Perluasan Operasi Militer dan Pendudukan Gaza
Tentara Israel dengan tank merkava melakukan pendudukan di Gaza. (F. Xinhua)

YERUSALEM (Kepri.co.id – Xinhua) – Kabinet keamanan Israel menyetujui sebuah rencana meningkatkan serangan di Gaza, termasuk pendudukan Jalur Gaza dan melanjutkan kontrol atas daerah-daerah yang telah dikuasai, ungkap seorang pejabat senior Israel pada Senin (5/5/2025).

Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Yerusalem. (XHTV)

Para menteri Israel “dengan suara bulat” menyetujui rencana operasional tersebut, ujar pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya itu. Pemungutan suara dilakukan beberapa jam setelah Kepala Militer Israel, Eyal Zamir mengumumkan, “puluhan ribu” perintah penugasan bagi para tentara cadangan akan dikeluarkan pekan ini guna mengintensifkan serangan.

Kabinet tersebut juga menyetujui sebuah kerangka kerja, untuk kemungkinan masuknya bantuan kemanusiaan di masa depan ke daerah kantong yang porak-poranda itu, yang telah diblokade sepenuhnya oleh Israel sejak 2 Maret 2025 usai runtuhnya perjanjian gencatan senjata. Tidak ada kejelasan kapan pengiriman bantuan dapat dilanjutkan.

Israel mempertahankan blokade tersebut, mengatakan blokade itu bertujuan mencegah Hamas merebut kendali atas pasokan dan untuk menekan kelompok tersebut, agar menerima kesepakatan dengan persyaratan dari Israel.

Namun, Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah (UNRWA) pada Minggu (4/5/2025) memperingatkan blokade itu, memicu krisis kemanusiaan di Gaza pada level bencana, menggambarkan situasinya “tidak terbayangkan.”

Dalam sebuah pertemuan, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan, rencana baru itu menandai perubahan strategi, “beralih dari serangan taktis ke pendudukan dan penguasaan wilayah yang berkelanjutan,” menurut sebuah pernyataan dari kantornya.

Netanyahu juga mengatakan, dirinya terus mempromosikan rencana untuk memfasilitasi “kepergian sukarela” warga Gaza. Dia juga mengungkapkan, pembicaraan dengan sejumlah negara untuk menerima para pengungsi sedang berlangsung.

Rencana tersebut akan mencakup, “menduduki Gaza dan menguasai wilayah-wilayahnya, memindahkan penduduk Gaza ke arah selatan untuk perlindungan mereka, melumpuhkan kemampuan Hamas mendistribusikan bantuan kemanusiaan, serta melancarkan serangan dahsyat terhadap Hamas. Langkah-langkah yang akan berkontribusi pada kekalahan mereka (Hamas),” ujar pejabat senior itu.

Israel mengakhiri gencatan senjata selama dua bulan dengan Hamas pada Maret 2025, dan melanjutkan operasi udara serta darat. Menurut otoritas kesehatan Gaza, lebih dari 52.000 warga Palestina telah tewas sejak serangan Israel dimulai pada Oktober 2023. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Sistem Layanan Kesehatan yang Hancur Akibat Serangan Israel Perparah Derita Pasien Gaza

Otoritas Kesehatan Sebut 16.000 Lebih Anak Tewas di Gaza sejak Perang Meletus

Israel Perintahkan Warga Gaza Utara Segera Mengungsi di Tengah Ekspansi Militer

Blokade Bantuan dan Tewasnya Staf PBB Hambat Pengiriman Bantuan Kemanusiaan di Gaza

Pekerja Asing PBB Tewas Akibat Pengeboman Israel di Gaza Tengah

Pejabat Peringatkan Memburuknya Situasi Kesehatan dan Kemanusiaan di Gaza jika Blokade Israel Berlanjut

Exit mobile version