Berkenalan dengan Oliver, Pemuda Asal Medan yang Kejar Impiannya di “Kota Wine” Ningxia, China

Foto yang diabadikan pada 2 Juni 2026 ini, menunjukkan Oliver Leo Waldi Purba (kanan), pemuda Indonesia asal Medan, Provinsi Sumatra Utara, bekerja dengan rekannya di sebuah hotel di Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia, China barat laut. (F. Xinhua)

YINCHUAN (Kepri.co.id – Xinhua) – Saat angin musim panas mulai bertiup sepoi-sepoi di lereng timur Pegunungan Helan di Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia, China barat laut, perkebunan anggur setempat memasuki musim pertumbuhan yang krusial. Oliver Leo Waldi Purba, sebagai manajer di sebuah hotel lokal pun sibuk menyambut musim puncak pariwisata setempat.

Oliver, pemuda asal Medan, Provinsi Sumatra Utara yang menetap di Ningxia, menempuh pendidikan dengan jurusan Manajemen Perhotelan. Setelah lulus pada 2011, dia mulai bekerja selama beberapa tahun di Medan dan Bali. Pada 2019, untuk pertama kalinya Oliver merantau ke luar negeri dan dia memilih China, tepatnya di Provinsi Hainan, China selatan.

Dia bekerja di sebuah hotel internasional di Sanya, sebagai staf wisata dan resepsionis. Kesamaan iklim, pekerjaan yang sesuai latar belakangnya, serta tekadnya menetap di China membuatnya cepat beradaptasi dengan lingkungan baru dan rekan-rekan kerjanya.

Hal yang mendorong Oliver bekerja dan menetap di Ningxia adalah ketertarikannya pada wine, serta rasa penasarannya terhadap Ningxia di China barat laut. Pada 2025, Oliver akhirnya tiba di Ningxia, di mana dia mengikuti kursus mengenai industri anggur di Ningxia, daerah penghasil wine yang tersohor di dunia, dan berhasil memadukan pengetahuan tentang wine dengan latar belakang Pendidikan, serta pengalamannya di bidang perhotelan dan industri rekreasi.

Berkat ketekunan dan kemampuannya, Oliver direkrut sebagai manajer pariwisata di Ningxia Turandot Winery & Anmo Hotel. Setiap pagi, dia memandu wisatawan mengikuti kegiatan yoga dan meditasi, melukis batu khas Pegunungan Helan, serta berjalan-jalan di kebun anggur untuk menenangkan pikiran dan menikmati keindahan alam.

Pada sore hari, Oliver mengoordinasikan berbagai aktivitas, seperti senam, menari, dan pesta kolam renang, sebagai persiapan untuk acara pesta malam yang biasanya dimulai pada pukul 20.00.

Foto dokumentasi ini, menunjukkan seorang petani sedang memanen anggur di sebuah perkebunan di Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia, China barat laut. (F. Xinhua)

“Saya bertugas sebagai pembawa acara utama, sekaligus menyanyi, menari, (menampilkan) atraksi akrobatik, membuat permainan interaktif dan komedi untuk menghidupkan suasana. Sehingga, para wisatawan bisa tertawa, bersenang-senang, dan menikmati acara sepenuhnya,” kata Oliver sambil tersenyum.

Dia kerap dipuji sebagai sosok yang “serbabisa”. Keramahan, selera humor, dan pengetahuannya yang luas menjadikannya sebagai “bintang” di tempat wisata tersebut, dan mendapat pengakuan dari para wisatawan maupun rekan-rekannya.

“Kebun anggur terlihat paling indah pada musim panas, dan kilang anggur juga paling ramai (pada periode yang sama). Kami menyambut tamu yang datang dari jauh, menemani mereka dari pagi hingga malam, agar mereka dapat menikmati pengalaman liburan pada musim panas yang tak terlupakan, ditemani segelas anggur,” kata Oliver.

Foto yang diabadikan pada 2 Juni 2026 ini, menunjukkan Oliver Leo Waldi Purba, pemuda Indonesia asal Medan, Provinsi Sumatra Utara, menata botol-botol wine di sebuah hotel di Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia, China barat laut. (F. Xinhua)

Di kebun anggur dan ruang penyimpanan wine, Oliver dapat dengan fasih memperkenalkan produk-produk wine dan sejarah industri wine kepada para wisatawan. Namun, Oliver tidak berpuas diri dengan pencapaiannya saat ini.

“Saya masih rajin belajar dan impian saya mendapat sertifikat profesional di industri ini, dan terus meningkatkan kemampuan serta keterampilan saya, agar dapat melayani para tamu dengan lebih baik,” ujar Oliver.

“Di kampung halaman saya, kami memiliki pepatah yang berbunyi, ‘Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China’, saya memang mendapatkan banyak hal di sini,” kata Oliver.

Sementara itu, statusnya sebagai warga negara asing juga menjadi magnet unik untuk menarik banyak wisatawan lokal, yang senang berinteraksi dan berbincang-bincang dengan Oliver.

Foto dokumentasi yang diabadikan dengan drone ini, menunjukkan suasana malam hari di sebuah pasar malam di Yinchuan, ibu kota Daerah Otonom Etnis Hui Ningxia, China barat laut. (F. Xinhua)

Oliver sudah mengunjungi banyak tempat di China, seperti Haikou, Chengdu, Hangzhou, dan sebagainya. Menurut Oliver, setiap tempat di China memiliki ciri khas yang memukau.

“Di Yinchuan, Ningxia, walaupun bukan kota yang paling ramai dan metropolis di China, saya justru memiliki waktu senggang yang lebih banyak untuk mencicipi sate lokal dan aneka camilan lezat di pasar malam, atau berjalan-jalan di pusat kota,” kata Oliver.

“Daging kambing di Ningxia sangat terkenal dan lezat. Teh Babao juga enak. Saya membawakan teh itu untuk orang tua saya di Indonesia, dan mereka sangat menyukainya,” ungkap Oliver. “Singkatnya, Ningxia adalah khazanah indah dan saya mencintainya!” (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Pemuda Indonesia Kagumi Teknik Pembuatan Batik di China

Berbekal Pengetahuan dari China, Pemuda Indonesia Siap Kembangkan Industri Alumina di Kalimantan

Kerja Sama Indonesia-China di Bidang Pendidikan Kian Menguat Sepanjang 2025

Mahasiswi Kepri Kejar Impian Pribadi dan Keluarga di China

 

Exit mobile version