Prancis Tolak Aneksasi Gaza dan Tepi Barat oleh Israel

Prancis Tolak Aneksasi Gaza dan Tepi Barat oleh Israel
Orang-orang berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa di dekat Kantor Perdana Menteri Israel di Yerusalem pada 19 Maret 2025. Unjuk rasa massa pecah di Yerusalem pada Rabu (19/3/2025), menentang kembali dilancarkannya operasi militer Israel di Gaza serta menyerukan gencatan senjata segera dan pembebasan sandera. (F. Xinhua/Chen Junqing)

PARIS (Kepri.co.id – Xinhua) – Prancis menentang segala bentuk aneksasi Gaza dan Tepi Barat oleh Israel, kata Menteri Urusan Eropa dan Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot pada Jumat (21/3/2025).

“Prancis menentang segala bentuk aneksasi, baik itu Tepi Barat maupun Jalur Gaza,” ujar Barrot dalam sebuah konferensi pers selama kunjungannya ke Dijon, Prancis timur.

Menurut Barrot, Prancis memiliki “visi yang sangat jelas tentang bagaimana masa depan kawasan ini.”

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas (kanan) menggelar pertemuan dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang sedang berkunjung di Kota Ramallah, Tepi Barat, pada 24 Oktober 2023. Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada 24 Oktober 2023 menyerukan “gencatan senjata total” di Jalur Gaza, dan pembukaan koridor permanen untuk pengiriman bantuan kemanusiaan kepada orang-orang di daerah kantong pesisir tersebut. (F. Xinhua/Kantor Presiden Palestina)

“Ini merupakan solusi agar dua negara dapat hidup berdampingan secara damai, dengan saling mengakui dan jaminan keamanan. Ini merupakan satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian dan stabilitas yang langgeng di kawasan ini,” katanya.

Sebelumnya pada Jumat (21/3/2025) yang sama, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memperingatkan, Israel akan mencaplok wilayah-wilayah di Jalur Gaza jika Hamas menolak untuk membebaskan para sandera yang tersisa.

Israel kembali melancarkan serangkaian serangan di Gaza pada Selasa (18/3/2025), setelah kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas yang dimulai pada 19 Januari 2025 berakhir. Pasukan Israel kemudian melancarkan operasi darat di Gaza selatan, utara, dan tengah.

Pasukan Israel terlihat di dekat perbatasan Israel selatan dengan Gaza pada 20 Maret 2025. Militer Israel pada Kamis (20/3/2025) mengatakan, pasukannya memperluas operasi darat mereka di Gaza selatan, bergerak menuju ke kamp pengungsi Shabura di Kota Rafah. (F. Xinhua/JINI)

Menurut kantor media Gaza yang dikelola Hamas, jumlah korban tewas akibat serangan terbaru Israel di Gaza telah mendekati angka 600 orang, selain itu lebih dari 1.000 orang terluka. (hen/ xinhua-news.com)

 

BERITA TERKAIT: 

Hamas: Ancaman Trump Perumit Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza

Usulan Trump “Ambil Alih Kepemilikan Gaza”, Picu Perlawanan dan Kecaman Warga Palestina

Tenda Sementara Didirikan di Gaza bagi Pengungsi Palestina yang Pulang ke Rumah Mereka

Jumlah warga Palestina yang Tewas Akibat Serangan Israel di Gaza Tembus 46.000

Trump Ingin AS Ambil Alih Kepemilikan Jalur Gaza

Israel dan AS Gelar Latihan AU Gabungan di Yerusalem

Mesir Kecam Pernyataan Menteri Israel Terkait Kedaulatan di Tepi Barat

 

 

Exit mobile version