Penulis: Suqyan Rahmat alias Abang Mat
Peminat Sejarah dan Penggiat Sosial
DULU saya mengira semua presiden Amerika Serikat adalah keturunan Inggris, sebab Amerika adalah wilayah jajahan Inggris dan didirikan oleh orang-orang keturunan Inggris. Kenyataannya, Inggris adalah salah satu suku dari sekian banyak presiden Amerika Serikat. Ada juga keturunan suku-suku lain di Amerika yang cucu cicitnya menjadi presiden Amerika.
Hal ini terjadi, disebabkan oleh kebijakan Inggris sejak awal yang membuat wilayah jajahannya terbuka untuk semua perantau dari Eropa. Sehingga, membuat bangsa Amerika sekarang menjadi bangsa yang beragam suku. Semua leluhur presiden Amerika berasal dari Eropa barat, wilayah asal orang barat di Amerika, kecuali Barrack Obama. Inilah tiga suku yang saya gemari dikalangan presiden Amerika Serikat.
Pertama adalah suku Inggris. Inggris adalah tanah leluhur para pendiri bangsa Amerika, yaitu George washington, Thomas Jefferson, dan Benjamin Franklin. Presiden-presiden terawal Amerika Serikat banyak yang berketurunan Inggris. Harry S Truman dan Gerrald Ford juga bersuku Inggris. Inggris adalah sebuah negara kerajaan dengan sistem parlementer, yang membentuk kerajaan Britania Raya.
Orang-orang Inggris dikenal sebagai pelaut-pelaut terhebat. Berkat jasa pelautnya, Inggris dulu membentuk kekaisarannya selama ratusan tahun. Terpajang mulai dari pusatnya di London sampai ke seberang lautan Pasific, di Wellington. Yang akhirnya, membuat bahasa Inggris menjadi bahasa utama dunia. Kerajaannya dan Poundsterling adalah kebanggaan rakyat Inggris.
Kedua adalah suku Belanda. Belanda adalah salah satu tanah leluhur presiden Amerika Serikat. Martin van Buren adalah presiden pertama Amerika yang lahir dari ayah yang bukan berketurunan Inggris. Presiden yang lama memimpin Amerika di kancah perang dunia kedua, Franklin Delano Roosevelt juga adalah seorang bersuku Belanda.
Belanda juga adalah sebuah negara kerajaan dengan sistem parlementer. Orang-orang belanda zaman dulu juga tersohor sebagai pelaut yang hebat, sehingga Belanda pernah mempunyai kekaisaran yang luas di Asia Pasifik. New York adalah kota yang didirikan oleh pelaut-pelaut Belanda. Meskipun belanda tidaklah besar wilayahnya, tapi Belanda adalah pendiri utama perserikatan Eropa. Shell adalah tanda keperkasaan Belanda.
Ketiga adalah suku Jerman. Jerman adalah salah satu tanah leluhur presiden-presiden Amerika Serikat. Salah satu panglima perang Amerika di perang dunia kedua adalah seorang berketurunan Jerman, beliau bernama Dwight Eisenhower.
Presiden Amerika sekarang, Donald Trump juga berketurunan Jerman. Jerman adalah sebuah negara republik dengan sistem parlementer. Jerman dikenal sebagai suku yang mempunyai rasa kesukuan tertinggi di Eropa, sehingga membuat orang-orang Jerman biasanya hanya mau memakai barang-barang buatan Jerman. BMW, Marcedes Benz, Volkswagen, Porsche, Audi, dan Opel adalah merk-merk asli Jerman. Pada hari ini, Jerman sering dianggap sebagai pemimpin perserikatan Eropa. Negara terkaya di benua Eropa.
Demikianlah tiga suku asal Eropa, yang keturunan-keturunannya banyak menjadi presiden di Amerika Serikat. Yaitu, Inggris, Belanda, dan Jerman.
Kawin campur antar suku adalah kenyataan yang tak bisa dielakkan di Amerika Serikat, karena tinggal di wilayah yang sama sejak berabad-abad. Jadi, walaupun presiden Amerika dikatakan berketurunan Inggris, bukan artinya mereka semua 100% berdarah Inggris.
Dari sebelah ibu biasanya dari suku-suku lain, seperti suku Welsh dan suku Scottish, atau yang juga banyak adalah dari suku Irish. Mereka semua disatukan oleh bahasa Inggris, agama Kristen, dan kewarganegaraan Amerika Serikat, sebagai bangsa Amerika. ***
—

Penulis adalah sosok yang berharap hidup sampai tahun 2089.
*) Semua isi opini ini tanggung jawab penulis, bukan sikap redaksi.







