Wakil Bupati Dorong Batik Cual Desa Telaga Jadi Kerajinan Unggulan Anambas

ANAMBAS, Kepri.co.id – Wakil Bupati Kepulauan Anambas Raja Bayu Febri Gunadian SE menaruh perhatian terhadap pengembangan kerajinan Batik Cual di Desa Telaga, Kecamatan Siantan Selatan. Ia turun langsung memantau proses pembuatan batik yang dikerjakan masyarakat setempat pada Rabu (4/11/2026).

Kunjungan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap potensi kerajinan lokal. Dalam kesempatan itu, Raja Bayu melihat langsung tahapan pembuatan Batik Cual, mulai dari pengerjaan motif hingga proses menghasilkan kain bercorak khas.

Melalui kegiatan tersebut, ia melihat keterampilan dan kreativitas masyarakat Desa Telaga dalam menghasilkan produk kerajinan daerah. Batik Cual memiliki nilai seni melalui motif dan keindahan coraknya. Kerajinan ini juga menyimpan peluang ekonomi yang dapat dikembangkan masyarakat.

Batik Cual dan Potensi Ekonomi Kreatif Masyarakat

Raja Bayu menilai kerajinan Batik Cual merupakan salah satu potensi daerah yang perlu mendapat perhatian. Selain memiliki nilai seni, keberadaan kerajinan ini turut berperan dalam menjaga keterampilan membatik sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal.

Keterlibatan masyarakat dalam proses pembuatan batik juga menjadi faktor penting bagi keberlanjutan kerajinan tersebut. Sebab, keterampilan membatik membutuhkan kreativitas dan ketekunan agar mampu menghasilkan produk dengan karakteristik tersendiri.

Menurutnya, pengembangan Batik Cual tidak hanya berkaitan dengan upaya mempertahankan kerajinan khas daerah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut memiliki peluang untuk mendorong tumbuhnya usaha masyarakat melalui produk kreatif bernilai ekonomi.

Dorong Kerajinan Lokal Semakin Dikenal

Raja Bayu berharap kegiatan membatik di Desa Telaga terus berkembang. Dengan demikian, masyarakat dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai seni sekaligus memberikan manfaat ekonomi.

Pengembangan kerajinan tersebut juga diharapkan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Selain itu, kreativitas warga dalam menghasilkan motif dan produk batik dapat terus tumbuh seiring keberlanjutan kegiatan membatik.

Keberadaan Batik Cual di Desa Telaga menjadi salah satu potensi kerajinan lokal yang dapat memperkenalkan hasil karya masyarakat Kepulauan Anambas kepada khalayak lebih luas.

Melalui perhatian dan dukungan pemerintah daerah, kerajinan Batik Cual diharapkan semakin berkembang. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya mempertahankan keterampilan membatik, tetapi juga memiliki peluang menjadikan kerajinan lokal sebagai sumber kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

Penulis: latep
Exit mobile version