Foto yang diabadikan pada 2 September 2026 ini, memperlihatkan sejumlah anggota Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah menyemprotkan air ke area yang terimbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. (F. Xinhua/Regina Safri)
PALANGKA RAYA (Kepri.co.id – Xinhua) – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Indonesia akan memaksimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pengeboman air (water bombing), serta penguatan satuan tugas (satgas) darat untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang September 2026.
Periode ini menjadi fase krusial sekaligus medan perjuangan utama dalam penanganan karhutla di berbagai daerah, mengingat wilayah Indonesia sedang menghadapi puncak musim kemarau. (hen/ xinhua-news.com)
Foto yang diabadikan pada 2 September 2026 ini, memperlihatkan sejumlah anggota Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah menyemprotkan air ke area yang terimbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. (F. Xinhua/Regina Safri)
Seorang anggota Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, menyemprotkan air ke area yang terimbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, pada 3 September 2026. (F. Xinhua/Regina Safri)
Seorang anggota Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah menyemprotkan air ke area yang terimbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, pada 3 September 2026. (F. Xinhua/Regina Safri)
Sejumlah anggota Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah menyemprotkan air ke area yang terimbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, pada 3 September 2026. (F. Xinhua/Regina Safri)