IRGC Iran Klaim Hantam Tiga Kapal Tanker di Selat Hormuz dan Tiga Kapal AS di Lokasi Lain dalam Serangan Balasan

IRGC Iran Klaim Hantam Tiga Kapal Tanker di Selat Hormuz dan Tiga Kapal AS di Lokasi Lain dalam Serangan Balasan
Foto yang diabadikan pada 20 Juni 2026 ini, memperlihatkan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara. (F. Xinhua/Wen Xinnian)

TEHERAN (Kepri.co.id – Xinhua)Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Sabtu (5/9/2026) mengatakan, pihaknya telah menargetkan tiga kapal tanker minyak di Selat Hormuz, dan tiga kapal yang terafiliasi dengan Amerika Serikat (AS) di tempat lain sebagai pembalasan atas serangan AS terhadap kapal-kapal tanker Iran pada hari yang sama sebelumnya.

Ketiga kapal tanker yang diserang di selat tersebut, sedang melintasi jalur perairan itu melalui rute yang “tidak sah”, kata angkatan laut tersebut dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh Sepah News, saluran berita resmi IRGC, seraya menambahkan, tiga kapal lainnya terkena serangan di wilayah lain.

Angkatan laut tersebut juga mendesak semua kapal di Teluk dan di dekat Selat Hormuz untuk tidak “tertipu” oleh Angkatan Darat AS dan menghindari setiap pergerakan mencurigakan untuk melintasi jalur perairan itu melalui rute yang “tidak sah”, jika tidak, mereka akan menjadi sasaran.

Foto yang diabadikan menggunakan ponsel ini, memperlihatkan kapal-kapal niaga yang terdampar di perairan Selat Hormuz, dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (F. Xinhua/Wen Xinnian)

Sebelumnya pada hari yang sama, kantor berita milik negara Iran, IRIB, melaporkan, tiga kapal tanker minyak Iran diserang oleh Angkatan Darat AS di lepas pantai selatan Iran.

Setelah insiden tersebut, Ebrahim Zolfaghari, juru bicara komando militer utama Iran, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, memperingatkan AS, agar tidak melanjutkan serangannya terhadap kapal-kapal Iran serta blokade laut terhadap negara tersebut.

“Jika tindakan berniat buruk dan tindakan dalam menciptakan ketidakamanan serta gangguan terhadap kapal-kapal Iran, serta blokade laut anti-Iran terus berlanjut, serangan yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Republik Islam Iran terhadap kapal-kapal militer AS di kawasan tersebut akan menjadi lebih parah daripada sebelumnya, dan ada kemungkinan serangan tersebut meluas,” kata Zolfaghari dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh media Iran.

Setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026, Teheran membatasi pelayaran melalui Selat Hormuz, melarang kapal-kapal yang terkait dengan AS atau Israel, sementara pasukan AS memberlakukan blokade laut yang menargetkan kapal-kapal menuju atau dari sejumlah pelabuhan dan wilayah pesisir Iran. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

IRGC Sebut Pihaknya Hantam Pangkalan Udara AS di Yordania

IRGC Iran Klaim Lancarkan Serangan Baru ke Pangkalan dan Aset AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania

IRGC Klaim Serang Pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain, Peringatkan Soal Serangan yang Lebih Luas

IRNA Sebut Panglima Tertinggi IRGC Tewas Akibat Serangan Udara Israel ke Teheran

Jubir IRGC Sebut Iran Butuh Waktu untuk Lakukan Pembalasan Atas Kematian Haniyeh

 

Exit mobile version