Kenaikan Tarif Angkutan Udara dan Emas, Picu Inflasi Batam 0,47 Persen

Foto ilustrasi.

BATAM (Kepri.co.id) – Kelompok transportasi, khususnya peningkatan tarif angkutan udara sejalan dengan permintaan tinggi mudik Idul Fitri, menjadi salah satu pemicu inflasi Kota Batam pada April 2023.

Seperti dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan dua kota di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada April 2023 mengalami inflasi sebesar 0,44 persen (mtm).

Baca Juga: Musim Mudik Lebaran, Volume Penumpang Pesawat Bandara Hang Nadim Batam Naik 47 Persen

Inflasi lebih rendah dibandingkan inflasi pada periode Idul Fitri tahun 2022 yang tercatat sebesar 0,81 persen (mtm).

Inflasi pada April 2023 terutama didorong kelompok transportasi. Selain itu, inflasi juga bersumber dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, didorong kenaikan harga emas perhiasan sejalan peningkatan harga emas global.

Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepri yang juga Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepri, Suryono. (F. amr)

Sementara itu, beberapa komoditas pangan mengalami penurunan harga terutama cabai merah, cabai rawit, kacang panjang, bawang merah, dan kentang seiring peningkatan pasokan pasca panen raya di beberapa sentra produksi.

BACA JUGA:   Realisasi PMA di Batam, Naik dari 171 Juta Dolar AS jadi 232 Juta Dolar AS

Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepri yang juga Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepri, Suryono, mengatakan, secara spasial, Kota Batam dan Kota Tanjungpinang mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,47 persen (mtm) dan 0,22 persen (mtm).

“Secara tahunan, gabungan dua kota IHK di Provinsi Kepulauan Riau mencatatkan inflasi sebesar 4,09 persen (yoy), menurun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 4,77 persen (yoy),” kata Suryono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/5/2023).

Baca Juga: Harga Sayur di Batam Meroket, Berpotensi Sumbang Inflasi

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, memperkirakan, inflasi gabungan dua kota IHK di Kepri di sisa tahun 2023, akan tetap terkendali dan kembali ke sasaran 3 persen ± 1 persen.

Hal tersebut didukung sinergi yang solid dalam TPID Provinsi Kepri, serta TPID Kabupaten/Kota se-Kepri.

BACA JUGA:   Digagalkan Dalam Prakualifikasi Lelang SPAM Batam, Langkah ATB Batam Diganjal Dua Syarat “Tendensius”

Selama periode Ramadan dan Idul Fitri tahun 2023, TPID telah melaksanakan operasi pasar/ pasar pangan murah di 50 titik di Provinsi Kepri.

“Dalam kegiatan tersebut, TPID berkolaborasi dengan produsen bahan pangan. Termasuk kelompok tani dan nelayan, distributor, Bulog, BUMD serta instansi dan lembaga di Kepri menyediakan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau,” ujar suryono.

Selain itu katanya, kerja sama antardaerah di Provinsi Kepri juga terus didorong, antara lain dengan mengoptimalkan sentra produksi cabai di Kabupaten Karimun, untuk menambah pasokan ke Kota Batam dan Kota Tanjungpinang.

Di samping itu, pemantauan stok, harga dan kualitas pangan dilakukan secara intensif oleh TPID bersama Satgas Pangan.

Termasuk melaksanakan inspeksi mendadak ke pasar bersama Forkopimda, di beberapa pasar di Kepulauan Riau menjelang Idul Fitri.

Selain upaya antisipasi inflasi di momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), program kerja TPID ke depan juga ditujukan memperkuat struktur ketahanan pangan Kepri.

BACA JUGA:   Ditreskrimum Polda Ungkap Pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia Secara Ilegal

“Hal tersebut dilakukan, antara lain dengan peningkatan sarana dan prasarana produksi bahan pangan. Program itu dilaksanakan di wilayah perkotaan, melalui gerakan tanam pangan di pekarangan dan di sentra produksi pangan,” tuturnya.

Ditambahkannya, pada Mei 2023 ini, TPID akan menyerahkan 10.000 bibit cabai merah kepada Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Batam dan Tanjungpinang.

“Berbagai upaya tersebut, merupakan wujud implementasi dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Kepri 2023 yang bertema “KEPRI BERSAHABAT” (BERkolaborasi dalam StAbilisasi Harga dan pAsokan Bahan pangan AnTardaerah),” jelasnya. (amr)