TOKYO (Kepri.co.id – Xinhua) – Shigeru Ishiba, pemimpin Partai Demokratik Liberal (Liberal Democratic Party/ LDP) yang berkuasa di Jepang, resmi terpilih sebagai Perdana Menteri (PM) Jepang usai memenangkan mayoritas suara di kedua majelis parlemen di negara itu, Selasa (1/10/2024).
Parlemen Jepang menggelar sesi luar biasa pada sore hari untuk memilih PM yang baru. Dengan koalisi yang berkuasa pimpinan LDP menguasai kedua majelis parlemen, Ishiba (67) memperoleh 291 dari 461 suara di Dewan Perwakilan Rakyat Jepang dan 143 dari 242 suara di Dewan Penasihat Jepang.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Tokyo. (XHTV)
Setelah sesi khusus itu, politisi veteran berusia 67 tahun ini mengumumkan susunan kabinet yang terdiri dari 13 orang yang baru pertama kali diangkat, dua orang yang diangkat kembali, dan empat menteri yang memiliki pengalaman di kabinet sebelumnya.
Dia nantinya akan secara resmi dilantik dalam sebuah upacara di Istana Kekaisaran Jepang, dan menggelar konferensi pers pada malam harinya menjabarkan prioritas kebijakannya.
Seiring Ishiba bersiap menggantikan Fumio Kishida, yang mengundurkan diri pada Selasa (1/10/2024) pagi waktu setempat, dia akan menghadapi tantangan berat memimpin sebuah negara dengan serangkaian masalah mendesak yang kompleks.
Hal pertama dalam daftar tugas Ishiba, memulihkan kepercayaan publik terhadap LDP, yang citranya sangat tercoreng oleh skandal dana politik yang melibatkan pendapatan yang tidak dilaporkan dan penyalahgunaan dana politik, yang berujung pada dakwaan terhadap beberapa anggota parlemen.
Pada konferensi pers pekan lalu, Ishiba bersumpah akan mengerahkan “segala upaya”, membangun kembali kepercayaan dan persatuan di dalam LDP, menyerukan agar LDP menjadi partai yang rendah hati, adil, dan transparan, di mana peraturan ditaati dan publik dapat meminta pertanggungjawaban para pemimpin.
Ishiba memutuskan membubarkan majelis rendah parlemen pada 9 Oktober 2024 dan mengadakan pemilihan umum pada 27 Oktober 2024, dengan menekankan pentingnya mendapatkan mandat publik sesegera mungkin. (hen/ xinhua-news.com)
