Ansar Buka Program Bangga Kencana dan Penurunan Stunting

Gubkepri, H Ansar Ahmad (tengah) membuka kegiatan Forum Koordinasi Daerah Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Kepri di Aston Hotel & Residence Pelita, Kota Batam, Rabu (3/4/2024). (F. zek/ pemprov kepri)

BATAM (Kepri.co.id) – Gubkepri, H Ansar Ahmad membuka kegiatan Forum Koordinasi Daerah Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Kepri yang ditaja Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Kepri di Aston Hotel & Residence Pelita, Kota Batam, Rabu (3/4/2024).

Forum koodinasi daerah yang mengambil tema “Optimalisasi Bonus Demografi dan Peningkatan SDM Menuju Indonesia Emas 2045,” ditandai pemukulan gong oleh Sekretaris Utama BKKBN RI, Tavip Agus Rayanto dan disaksikan Gubkepri, H Ansar Ahmad serta Kepala Perwakilan BKKBN Kepri, Rohina.

Kegiatan forum koordinasi daerah juga diisi, penandatanganan target kinerja organisasi perangkat daerah dan pendandatanganan program kerja sama BKKBN Perwakilan Provinsi Kepri dengan mitra kerja, serta penyerahan secara simbolis insentif untuk tim pendamping keluarga kepada 3.345 petugas se-Kepri.

Baca Juga: Gubernur Ansar Ganjar Pemko Batam Penghargaan Percepatan Penurunan Stunting

Gubkepri Ansar, mengatakan, kegiatan ini sangat strategis sebagai upaya penguatan dan pemantapan komitmen melaksanakan program Bangga Kencana dan Penurunan Stunting di Kepri.

“Apalagi, kegiatan ini menjadi penanda bagi seluruh pemangku kepentingan, bersama-sama melaksanakan komitmen kerja ini,” ujar Gubkepri.

Terkait bonus demografi, tambah Gubkepri, merupakan peluang mencapai kemakmuran dan kemajuan. Namun, ini bisa menjadi bumerang, bila tidak dikelola dengan baik.

Salah satu kunci memanfaatkan bonus demografi yang baik, mesti bisa menurukan angka stunting. Berdasar data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, prevelensi stunting di Kepri masih di angka 15,4 persen.

“Mesti mengalami penurunan dibanding tahun 2021, tapi masih jauh dari target nasional di angka 14 persen,” jelasnya.

Provinsi Kepri sendiri tahun 2024 ini, menargetkan prevelensi stunting bisa dikisaran angka 10,21 persen.

“Karenanya, kepada semua pemangku kepentingan di Kepri, baik pemerintah provinsi, kabupaten/ kota, perangkat desa, swasta, dan seluruh lapisan masyarakat, bersingeri bersama, mewujudkan percepatan penurunan stunting di Kepri,” ajaknya.

Adapun Sekretaris Utama BKKBN RI, Tavip Agus Rayanto mengakui kalau kegiatan forum koordinasi daerah yang memfokuskan pada Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) adalah kegiatan yang dilaksanakan, untuk memperkuat sistem informasi keluarga yang terintegritas, sebagai sandaran pembangunan, guna mewujudkan keluarga yang berkualitas.

“Kita juga berharap dari kegiatan ini, akan menghasilkan rumusan kerja dan juga rumusan aksi prioritas pencapaian sasaran Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Kepri,” harapnya.

Ini termasuk implementasi dan pemanfaatan hasil data pemutahiran data keluarga tahun 2022, sebagai basis data dan strategi pencapaian sasaran kinerja penurunan stunting di Kepri.

“Apalagi, percepatan penurunan stunting pada balita adalah program prioritas pemerintah, sebagaimana termaktub dalam RPJMN 2020 – 2024. Yang mana, target nasional tahun 2024 ini, prevalensi stunting bisa turun hingga 14 persen,” ujarnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri, Rohina, menjelaskan, kegiatan ini satu rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan berturut-turut selama tiga hari. Diawali tanggal 2 April, mengangkat kegiatan Evaluasi Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting.

Selanjutnya tanggal 3 April, dilakukan pembukaan Forum Koorodinasi Daerah tentang Program Bangga Kencana dan Penurunan Percepatan Stunting, dan tanggal 4 April dilakukan kegiatan Penguatan Komitmen dan Akslerasi Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting.

“Dari kegiatan yang kita laksanakan selama tiga hari ini, akan dihasilkan komitmen peningkatan sinergitas dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dan mitra kerjanya, mewujudkan program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Kepri, berjalan sesuai harapan,” tutupnya. (zek)