Bongkar Muat Lebih Cepat, STS Crane Sudah Dioperasikan

BUP Badan Pengusahaan (BP) Batam telah mengoperasikan STS Crane di Pelabuhan Batuampar, Jumat (1/9/2023). (F. dok humas bp batam)

BATAM (Kepri.co.id) – Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Badan Pengusahaan (BP) Batam, sudah mengoperasikan ship to shore (STS) Crane bongkar muat di Pelabuhan Batuampar, Jumat (1/9/2023).

Sebelum dioperasikan, STS Crane yang didatangkan dari Korea Selatan pada April 2023 ini, telah melalui proses uji coba dan commissioning. Selain itu, BUP BP Batam juga telah melakukan sosialisasi kepada Asosiasi Jasa Kepelabuhanan. Termasuk, penyesuaian tarif bongkar muat di Pelabuhan Batuampar.

Direktur BUP BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan, dengan dioperasikannya STS Crane ini, pelayanan bongkar muat peti kemas di Terminal Umum Batuampar akan menjadi lebih cepat dan efisien.

“Di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam, Bapak Muhammad Rudi, saat ini, BP Batam berupaya mewujudkan Pelabuhan Batuampar yang lebih modern dengan menggunakan teknologi terkini, untuk mempercepat layanan bongkar muat peti kemas,” ujar Dendi.

BACA JUGA:   Pinjaman UMKM Plafon Rp40 Juta Bunga Nol Persen, Sudah Bisa Diajukan

STS Crane dengan bobot 760 ton ini, memiliki kemampuan bongkar muat hingga 35 boks kontainer per jam. Sehingga, dapat mempersingkat waktu tunggu (dwelling time) di Terminal Umum Batuampar.

“Dengan alat bongkar muat konvensional, kecepatan bongkar muat peti kemas dalam satu jam, hanya bisa memindahkan 4-8 boks kontainer. Namun, dengan STS Crane maka kapasitas bongkar muat meningkat hingga 35 boks kontainer per jam,” ujarnya.

Dendi juga mengatakan, dengan dimulainya pengoperasian STS Crane ini oleh BP Batam, proses bisnis Terminal Umum Batuampar secara bertahap akan dilakukan beberapa penyesuaian.

BACA JUGA:   Harga BBM Pertamax Series dan Dex Series Turun

“Jika sebelumnya kegiatan bongkar muat peti kemas di Terminal Umum Batuampar dilakukan Perusahaan Bongkar Muat, setelah STS Crane beroperasi, kegiatan bongkar muat peti kemas dilakukan pegawai BP Batam,” kata Dendi.

Sehingga, penyesuaian proses bisnis ini juga berlaku untuk pengurusan proses administrasi keuangan dan operasional bongkar muat peti kemas, yang saat ini dikoordinir BP Batam.

Selain percepatan layanan, Dendi menyampaikan, dengan dioperasikannya STS Crane oleh BP Batam, seluruh proses bongkar muat peti kemas baik domestik maupun internasional di Terminal Umum Batuampar, akan diprioritaskan menggunakan alat bongkat muat asal Korea Selatan ini.

BACA JUGA:   Ikuti Rakernis Humas Polri, Media Sosial Perluas Interaksi Sosial

Adapun tarif bongkar muat peti kemas ini, mengacu pada Peraturan Kepala (Perka) BP Batam Nomor 4 Tahun 2023 yang juga mulai diberlakukan, Jumat (1/9/2023).

Dalam peraturan tersebut, untuk tarif Container Handling Charge (CHC) peti kemas FCL (Full Container Load) ukuran 20 feet isi sebesar Rp603.000 per boks; ukuran 20 feet kosong sebesar Rp440.000 per boks; ukuran 40 feet isi sebesar Rp875.000 per boks; dan ukuran 40 feet kosong sebesar Rp655.000 per boks.

“Tentunya perubahan proses bisnis di Terminal Batuampar bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa, dan telah mendapat dukungan dari semua pihak,” imbuhnya. (rud)