Dua KK Desa Pasir Merah Bergeser ke Hunian Sementara

Warga Desa Pasir Merah ini, bergeser ke hunian sementara, mendukung pengembangan kawasan Rempang eco-city, Senin (30/10/2023). (F. dok humas bp batam)

BATAM (Kepri.co.id) – Dua kepala keluarga (KK) asal Desa Pasir Merah bergeser ke hunian sementara, mendukung pengembangan kawasan Rempang eco-city, Senin (30/10/2023).

Pindahnya dua KK Desa Pasir Merah ini, menambah deretan warga yang pindah ke hunian sementara.

Dodo, salah satu KK, mengaku, dirinya dan keluarga mendukung penuh program pengembangan Rempang ke depan.

Menurut pria paruh baya tersebut, program Rempang Eco-City bakal menjadi momentum kebangkitan ekonomi masyarakat.

“Saya mendukung penuh program pemerintah. Terima kasih kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam, yang telah memfasilitasi pergeseran kami ke hunian sementara di Perumahan Centre Park,” ujarnya.

Senada dengan Dodo, kepala keluarga lainnya, Ego Saputra, juga mengucapkan terima kasih kepada BP Batam atas kemudahan yang diberikan dalam pergeseran ke hunian sementara.

Pria 33 tahun tersebut mengaku, optimis dengan program pemerintah yang akan menjadikan Rempang sebagai kawasan ekonomi baru ke depannya.

“Kita tahu kondisi ekonomi saat ini sedang payah. Semoga dengan adanya program ini bisa membuka peluang kerja untuk masyarakat sehingga ekonomi pun ikut bangkit,” tegasnya.

Sementara, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, pihaknya akan terus bekerja maksimal dalam mewujudkan investasi di Pulau Rempang.

Sebagai mesin ekonomi baru di Indonesia, kata Rudi, pemerintah pusat melalui BP Batam bakal memproyeksikan Rempang sebagai kawasan industri, perdagangan, residensial hingga wisata yang terintegrasi demi mendorong peningkatan daya saing Indonesia terhadap Singapura dan Malaysia.

“Program Strategis Nasional ini merupakan momentum kebangkitan ekonomi Rempang dan pulau sekitarnya,” ungkap Rudi. (rud)