WASHINGTON (Kepri.co.id – Xinhua) – Dana Moneter Internasional (International Moneter Fund/ IMF) pada Kamis (11/7/2024) mendesak pemerintah Amerika Serikat (AS), mengurangi defisit fiskalnya yang tinggi dan mengarahkan utang ke jalur penurunan, seraya menekankan kembali saran organisasi tersebut setelah rampungnya Misi Pasal IV (Article IV Mission) 2024 belum lama ini oleh staf IMF ke negara tersebut.
“Perlu saya sampaikan, kami telah menyoroti isu-isu ini selama beberapa waktu,” ungkap Juru Bicara (Jubir) IMF, Julie Kozack dalam sebuah taklimat pers.
Baca Juga: Inflasi Mereda, Federal Reserve AS Pertahankan Suku Bunga di Angka 5,25-5,5 Persen
Kozack menyampaikan, tahun 2021 dan 2022, AS telah meloloskan undang-undang (UU) fiskal yang signifikan, yang diharapkan memiliki dampak positif berkelanjutan dalam membentuk kembali ekonomi AS. Di saat yang sama, defisit fiskal saat ini terlalu tinggi.
“Ini adalah waktu yang tepat, terutama karena ekonomi sedang kuat, mengambil tindakan guna mengarahkan (rasio) utang terhadap produk domestik bruto (PDB) ke jalur penurunan yang menentu,” katanya.
Jubir IMF itu juga menyatakan, pada tahun fiskal 2023, pembayaran bunga bersih pemerintah federal AS mencapai 2,4 persen dari PDB, dan pembayaran bunga tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 3,2 persen dari PDB pada tahun fiskal 2024, terutama karena tingkat suku bunga yang lebih tinggi.
“Melihat lebih jauh lagi ke depan, estimasi kami pembayaran bunga bersih diperkirakan akan tetap tinggi bahkan dalam jangka menengah. Hal itu berdasarkan defisit fiskal primer yang tinggi dan utang publik yang dihasilkan,” ujar Kozack menanggapi pertanyaan Xinhua.
“Karena alasan inilah, kami juga mendesak AS agar mengambil tindakan mengurangi defisit dan utangnya saat ini,” tutur Kozack.
Suku bunga acuan di AS tetap berada di kisaran tertinggi dalam 22 tahun yaitu 5,25 persen hingga 5,5 persen, seperti yang disetujui Federal Reserve (The Fed) AS pada Juli 2023 lalu.
Terjadinya kemunduran dalam progres inflasi sebelumnya pada tahun 2024 ini, The Fed diperkirakan akan menurunkan suku bunga lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya, sehingga meningkatkan beban defisit dan utang AS.
Pertemuan The Fed selanjutnya dijadwalkan digelar 30-31 Juli 2024. FedWatch Tool dari Chicago Mercantile Exchange (CME) Group, yang berperan sebagai barometer ekspektasi pasar terhadap target suku bunga acuan The Fed, menunjukkan hingga Kamis (11/7/2024), probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga dalam pertemuan Juli 2024 tersebut lebih dari 95 persen.
Probabilitas untuk pemangkasan suku bunga pada pertemuan September 2024 diperkirakan sebesar 66 persen. (asa/ xinhua-news.com)
