BATAM (Kepri.co.id) – Perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam Aero Technic (BAT) sebagai pusat maintenance, repair, overhaul (MRO) terbesar di Indonesia melayani berbagai jenis pesawat dari seluruh dunia, menjadi energi baru menggerakkan roda ekonomi Batam.
Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) melaporkan, KEK BAT mampu menyerap 1.636 tenaga kerja, baik langsung ataupun tidak langsung sepanjang Januari hingga Juni 2023.
Investasi di kawasan tersebut terus bertumbuh dengan capaian Rp607,5 miliar selama semester I 2023.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengapresiasi pertumbuhan positif KEK BAT sebagai pendukung ekosistem penerbangan di Tanah Air.
Berdasarkan laporan Pusat Pengembangan KEK dan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, lanjut Rudi, KEK BAT menjadi pusat pemeliharaan dan perbaikan semua jenis pesawat Lion Group. Baik yang di Indonesia, Malaysia, maupun Thailand.
“Mudah-mudahan, nantinya dapat menjadi pusat MRO terbesar di Indonesia melayani berbagai jenis pesawat dari seluruh dunia,” ujar Rudi di sela kesibukannya, Kamis (30/11/2023).
Tidak hanya itu, lanjut Rudi, keberadaan KEK BAT turut menggerakkan roda pembangunan Batam. Khususnya di wilayah sekitar Bandara Internasional Hang Nadim.
Dengan penyerapan tenaga kerja yang cukup besar, KEK BAT ikut berkontribusi memberikan dampak positif pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Peran KEK BAT ke depan, dapat menurunkan harga tiket pesawat secara nasional. Hal ini berkaitan dengan biaya perbaikan yang sudah dilakukan di dalam negeri, sehingga biayanya pun tak terlalu besar. Itulah yang memberikan sumbangsih terhadap efisiensi harga tiket pesawat,” tambahnya.
Dengan efisiensi harga tiket pesawat, Rudi berharap, arus lalu lintas penumpang transportasi udara menuju Batam semakin meningkat dan memberikan kenaikan pesat terhadap sektor pariwisata.
“Apabila harga tiket pesawat terjangkau, akses orang masuk Batam semakin terbuka lebar. Bisnis semakin mudah dan ikut meningkatkan iklim investasi di Batam,” pungkasnya. (rud)
