Tim Penjinak Bom Palestina Mulai Netralkan Bahan Peledak Milik Israel di Gaza

Tim Penjinak Bom Palestina Mulai Netralkan Bahan Peledak Milik Israel di Gaza
Dua orang tim penjinak bom Palestina menetralkan peledak yang ditinggalkan militer Israel, usai menarik diri dari beberapa wilayah di Palestina. (F. xinhua)

GAZA (Kepri.co.id – Xinhua) – Tim penjinak bom Palestina mulai menetralkan bahan-bahan peledak berbahaya yang ditinggalkan oleh militer Israel, usai menarik diri dari beberapa wilayah di daerah kantong pesisir itu.

“Sisa-sisa tersebut termasuk sisa bahan peledak berbahaya (unexploded ordnance) dan alat peledak rakitan (improvised explosive device/ IED), yang menimbulkan ancaman langsung bagi kehidupan warga sipil, terutama anak-anak dan petani,” kata pejabat senior Kementerian Dalam Negeri yang dikelola Hamas, Ali al-Nadi, kepada Xinhua.

Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Gaza, Palestina. (XHTV)

“Unit penjinak kepolisian Gaza melaporkan, tim khusus bekerja sepanjang waktu untuk menemukan dan menetralkan bom-bom yang belum meledak dengan aman,” kata al-Nadi.

Baca Juga: Tenda Sementara Didirikan di Gaza bagi Pengungsi Palestina yang Pulang ke Rumah Mereka

Pejabat tersebut menambahkan, tugas tersebut sangat menantang karena kerusakan luas yang diakibatkan operasi militer.

Dalam sebuah insiden tragis, beberapa warga Palestina (termasuk anak-anak) tewas akibat IED yang disembunyikan di dalam kaleng makanan. Kaleng tersebut, ditinggalkan militer Israel.

Baca Juga: Gaza Hirup “Udara Segar” Lewat Aliran Bantuan Baru, Seiring Penerapan Gencatan Senjata

Sejumlah saksi mata setempat mengatakan kepada Xinhua, alat tersebut tampak seperti bantuan kemanusiaan.

Insiden-insiden tersebut memicu kemarahan luas dan seruan, melakukan investigasi internasional terhadap penggunaan taktik yang membahayakan nyawa orang tidak bersalah.

Baca Juga: Gencatan Senjata Bawa Harapan bagi Warga Gaza untuk Bangun Kembali Kehidupan Pascaperang

Organisasi-organisasi hak asasi manusia telah memperingatkan akan risiko yang ditimbulkan oleh sisa-sisa bahan peledak ini, dan mendesak komunitas internasional untuk memberikan bantuan teknis dan logistik dalam penetralan sisa-sisa bahan peledak, guna memastikan keselamatan warga sipil.

Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada 19 Januari 2025, mengakhiri pertempuran antara Israel dan Hamas yang telah berlangsung selama lebih dari 15 bulan.

Baca Juga: Jumlah warga Palestina yang Tewas Akibat Serangan Israel di Gaza Tembus 46.000

Gencatan senjata memungkinkan warga dan bantuan kemanusiaan memasuki daerah-daerah yang hancur akibat konflik. Meski gencatan senjata tersebut memberikan jeda sejenak bagi penduduk Gaza, tetapi masih ada berbagai tantangan kemanusiaan dan sisa-sisa bahan peledak militer, terus menjadi ancaman bagi kehidupan sehari-hari. (amr/ xinhua-news.com)

 

Exit mobile version