Sekjen PBB Sebut Langkah Israel Ambil Alih Gaza City Berbahaya dengan Konsekuensi Menghancurkan

Sekjen PBB Sebut Langkah Israel Ambil Alih Gaza City Berbahaya dengan Konsekuensi Menghancurkan
Sekjen PBB, Antonio Guterres (dua kiri) dari markas PBB, menyampaikan pandangan langkah awal Israel untuk mengambil alih Gaza City secara militer menandai fase baru yang berbahaya dengan konsekuensi yang menghancurkan. (F. Xinhua)

NEW YORK CITY (Kepri.co.id – Xinhua) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres pada Kamis (28/8/2025) mengatakan, langkah awal Israel untuk mengambil alih Gaza City secara militer menandai fase baru yang berbahaya dengan konsekuensi yang menghancurkan.

Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Markas Besar PBB. (XHTV)

Guterres menyampaikan pernyataan tersebut menjelang pertemuan Dewan Keamanan PBB.

“Ratusan ribu warga sipil, yang sudah kelelahan dan trauma, akan dipaksa mengungsi lagi, menjerumuskan keluarga-keluarga ke dalam bahaya yang bahkan lebih dalam lagi. Ini harus dihentikan,” ujar Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.

Pada saat yang sama, kata Guterres, kita telah menyaksikan lebih banyak lagi serangan Israel yang tidak bermoral, termasuk awal pekan ini di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis. Satu serangan disusul oleh serangan lainnya, menewaskan warga sipil, termasuk tenaga medis dan jurnalis yang sedang menjalankan tugas penting mereka. Semua itu disaksikan oleh dunia.

Warga sipil harus dilindungi. Mari kita perjelas: Tingkat kematian dan kehancuran di Gaza belum pernah mencapai titik separah ini, dalam sejarah masa kini. Kelaparan bukan lagi kemungkinan yang membayangi, melainkan bencana yang nyata terjadi saat ini.

Orang-orang meninggal karena kelaparan. Keluarga-keluarga tercerai-berai karena pengungsian dan keputusasaan. Perempuan hamil menghadapi risiko yang tak terbayangkan.

Dan sistem-sistem penopang kehidupan, seperti makanan, air, layanan kesehatan, telah dihancurkan secara sistematis. Inilah fakta di lapangan.

Semuanya merupakan hasil dari keputusan yang disengaja yang bertentangan dengan prinsip dasar kemanusiaan.

Israel, sebagai kekuatan yang menduduki wilayah itu, memiliki kewajiban yang jelas. Israel harus memastikan penyediaan makanan, air, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya.

Israel harus menyetujui dan memfasilitasi akses kemanusiaan yang jauh lebih besar. Israel harus melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil. Israel harus mengentikan penghancuran terhadap hal-hal yang sangat diperlukan bagi kelangsungan hidup penduduk sipil.

“PBB dan mitra-mitra kami melakukan semua yang kami bisa, sering kali dengan risiko pribadi yang besar. Bahkan, 366 personel PBB telah tewas secara tragis. Hari demi hari, upaya kami diblokir, ditunda, dan ditolak. Ini tidak dapat diterima,” ujar Guterres.

Di Tepi Barat, situasinya juga sangat mengkhawatirkan. Operasi militer, kekerasan oleh pemukim, pembongkaran bangunan, dan kebijakan diskriminatif mendorong pengungsian dan memperparah kerentanan. Ekspansi permukiman yang tiada henti menghancurkan komunitas-komunitas dan memutus akses terhadap sumber daya penting.

Persetujuan baru-baru ini atas rencana pembangunan ribuan permukiman di area E1 (yang berbatasan dengan permukiman Ma’ale Adumim di Tepi Barat yang diduduki), akan secara efektif memisahkan Tepi Barat bagian utara dan selatan, sebuah ancaman eksistensial terhadap solusi dua negara.

Saya tegaskan kembali, permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, telah dibangun, dan terus dipertahankan, dengan melanggar hukum internasional. Israel harus menghentikan tindakan-tindakan tersebut dan mematuhi kewajibannya.

Tidak ada solusi militer untuk konflik ini. Saya sekali lagi menyerukan gencatan senjata segera dan permanen, akses kemanusiaan tanpa hambatan di Gaza, serta pembebasan semua sandera dengan segera dan tanpa syarat.

“Kelaparan penduduk sipil tidak boleh digunakan sebagai metode peperangan, warga sipil harus dilindungi, dan akses kemanusiaan harus diberikan tanpa hambatan. Tidak ada lagi dalih. Tidak ada lagi hambatan. Tidak ada lagi kebohongan,” pungkasnya. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Kelaparan Landa Gaza Seiring Memburuknya Konflik Israel-Palestina

Usulan Trump “Ambil Alih Kepemilikan Gaza”, Picu Perlawanan dan Kecaman Warga Palestina

Belanda Akan Ambil Tindakan jika Israel Langgar Kesepakatan Akses Bantuan ke Gaza

PM Australia Sebut Netanyahu Sengaja “Pungkiri” Penderitaan Warga Gaza

Norwegia, Irlandia, dan Spanyol Umumkan Pengakuan Resmi Atas Negara Palestina

Pejabat PBB Peringatkan Perluasan Operasi Militer Israel di Gaza

Prancis Tolak Aneksasi Gaza dan Tepi Barat oleh Israel

Kanada Kecam Israel atas Bencana Kemanusiaan di Gaza

Utusan China Sampaikan Peringatan tentang Kemungkinan Pendudukan Israel atas Seluruh Gaza

Presiden Mesir Sambut Baik Keputusan Inggris untuk Akui Negara Palestina

 

 

Exit mobile version