IRGC Sebut Pihaknya Hantam Pangkalan Udara AS di Yordania

Mojtaba Khamenei: Pelanggaran MoU Perdamaian Buktikan Tanda Tangan Trump "Tidak Bernilai"
Orang-orang menghadiri pertemuan untuk menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran, pada 9 Maret 2026. (F. Xinhua/Shadati)

TEHERAN (Kepri.co.id – Xinhua) – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Rabu (29/7/2026) mengatakan, pasukannya menargetkan sebuah pangkalan udara Amerika Serikat (AS) di Yordania dengan rudal balistik dan menghentikan tiga kapal tanker minyak yang “melanggar” di Selat Hormuz.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan di media resminya, Sepah News, IRGC mengatakan, serangan yang dilancarkan pasukan dirgantara mereka terhadap pangkalan udara dan pusat komando utama AS di Yordania, merupakan respons atas “tindakan agresi” yang dilakukan AS.

IRGC mengatakan, kapal-kapal tanker tersebut, yang bergerak di sepanjang rute “tidak aman dan ilegal” di Selat Hormuz meskipun telah diberi peringatan, telah dihantam dan dihentikan oleh pasukan angkatan lautnya.

IRGC lebih lanjut mengungkapkan, angkatan lautnya terus menjalankan kendali dan pengelolaan penuh atas Selat Hormuz, seraya memperingatkan bahwa “intervensi dan perintah ilegal” AS terhadap kapal-kapal di kawasan tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja.

Dalam beberapa hari terakhir, militer AS melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap target-target Iran, dengan mengatakan, serangan tersebut sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz dan bertujuan untuk “melemahkan kemampuan Iran untuk mengancam pelayaran komersial.” Iran kemudian, merespons dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan dan fasilitas militer AS di kawasan tersebut. (hen/ xinhua-news.com)

Exit mobile version