Liburan Akhir Tahun, Pelabuhan Batam Centre Membludak

Liburan Akhir Tahun, Pelabuhan Batam Centre Membludak
Suasana penumpang di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Minggu (28/12/2025). (F. Rud)

BATAM (Kepri.co.id) – Suasana liburan akhir tahun 2025, tampak terasa di Pelabuhan Internasional Batam Centre. Hal itu terlihat dari penumpang datang dan pergi membludak di pelabuhan tersebut.

“Penumpang terasa membludak sejak Jumat (26/12/2025) lalu. Pas bersamaan liburan sekolah di Singapura dan Malaysia, Natal, dan tahun baru,” ujar pelaku pariwisata Randuna Wisata, Syafarudin Labent di Pelabuhan Batam Centre, Minggu (28/12/2025).

Hampir tiap hari, kata Syafarudin, ia menerima tamu wisata dari Malaysia. Begitu juga pelaku wisata lainnya, juga menerima orderan paket wisata tour Batam.

Dilema Nilai Tukar Rupiah Rendah

Di tengah melimpahnya paket wisata tour Batam melimpah di liburan akhir tahun 2025 ini, pelaku wisata mengalami dilema lemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Singapura maupun Ringgit Malaysia.

“Harga paket wisata kita sudah diketahui oleh pelanggan, maupun mitra wisata di Singapura dan Malaysia. Dulu kami menyusun harga dengan patokan kurs Ringgit Malaysia masih Rp3.500. Sekarang 1 Ringgit Malaysia sudah Rp4 ribuan. Kalau harga kita ubah, akan berpengaruh pada pelanggan,” keluh Syafarudin.

Begitu juga dengan kurs Dolar Singapura, saat ini 1 Dolar Singapura mencapai Rp13 ribu.

“Dulu kami susun harga paket wisata tour Batam ke pelanggan Singapura, dengan kurs Rp12 ribuan. Kalau harga paket dikonversi dengan kurs sekarang, berpengaruh terhadap pelanggan,” ungkap Syafarudin.

Untuk menutupi kurs Dolar Singapura dan Ringgit Malaysia menguat tersebut, kata Syafarudin, pelaku wisata “dipaksa” pandai-pandai.

“Misalnya mengurangi 1 jam bus perjalanan, dan lain-lain,” ungkap Syafarudin.

Malaysia Pilihan Lebih Murah

Sementara itu, Indah salah satu mahasiswa Batam yang sedang liburan semester, memilih wisata ke Malaysia.

“Harga lebih murah wisata ke Malaysia daripada ke Singapura. Makanan di Malaysia yang kental dengan cita rasa Melayu, lebih enak kuliner di Malaysia daripada Singapura. Kalau pun misalnya sama-sama masakan seperti laksa misalnya, harga di Singapura jatuhnya lebih mahal,” ungkap Indah. (asa)

Exit mobile version