BATAM, Kepri.co.id — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam mengapresiasi langkah investasi tahap awal Tynergy Technology Group di kawasan proyek strategis nasional (PSN) Wiraraja Green Energy & Sustainable Industrial Park (GESEIP).
Investasi yang melibatkan investor asal Amerika Serikat ini, diharapkan tidak hanya menjadi pencapaian dalam menarik modal asing, tetapi juga mampu memberikan multiplier effect atau dampak berganda yang nyata bagi Kota Batam, sebagai daerah tujuan investasi.
Investasi yang direncanakan bersama Essence Global dengan nilai pengembangan sekitar 500 juta Dolar AS atau lebih dari Rp8 triliun tersebut, mencakup sejumlah sektor strategis, mulai dari hilirisasi pasir silika, pengembangan pabrik pintar berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI), hingga peluang pengembangan industri semikonduktor dan perakitan baterai sodium-ion.
Ketua Kadin Kota Batam, Roma Nasir Hutabarat, menyampaikan, masuknya investasi berskala besar merupakan peluang penting bagi Batam, untuk memperkuat posisinya sebagai pusat industri berteknologi tinggi.
Namun, menurutnya, keberhasilan investasi tidak semata-mata diukur dari besarnya nilai modal yang ditanamkan, melainkan dari seberapa besar manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat dan dunia usaha lokal.
”Atas nama keluarga besar Kadin Kota Batam, kami menyampaikan apresiasi kepada Tynergy Group atas langkah investasi tahap awal ini. Kami berharap, investasi tersebut menjadi awal dari pertumbuhan industri yang berkelanjutan dan memberikan dampak berganda bagi perekonomian Batam. Investasi harus membawa manfaat bagi daerah tempat investasi itu berlangsung, bukan hanya bagi investor,” ujar Nasir.
Ia menegaskan, Kadin Kota Batam mengharapkan investasi ini mampu menciptakan lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), mendorong transfer teknologi, serta membuka peluang kolaborasi usaha bagi pengusaha tempatan dan UMKM lokal.
Menurut Nasir, keterlibatan pelaku usaha lokal harus menjadi bagian penting dalam ekosistem investasi. Perusahaan-perusahaan di Batam perlu memperoleh kesempatan yang nyata, menjadi pemasok barang dan jasa, mitra industri, penyedia layanan pendukung, serta bagian dari rantai pasok perusahaan yang berinvestasi.
”Jangan sampai investasi besar hadir di Batam, tetapi manfaat ekonominya hanya berputar di lingkungan perusahaan itu sendiri. Kita ingin investasi menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguatkan, mulai dari tenaga kerja, pengusaha lokal, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga sektor jasa dan industri pendukung. Dengan demikian, pertumbuhan investasi akan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat secara luas,” tegasnya.
Kadin Kota Batam berharap, pengembangan industri berteknologi tinggi di kawasan PSN Wiraraja GESEIP, dapat disertai program peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, kemitraan dengan perusahaan daerah, serta kebijakan pengadaan yang memberikan kesempatan kompetitif bagi pelaku usaha lokal sesuai standar kualitas, efisiensi, dan kebutuhan industri.
Selain itu, sinergi antara investor, pemerintah, pengelola kawasan industri, dan dunia usaha perlu diperkuat agar investasi dapat berjalan dengan baik, memberikan kepastian usaha, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi daerah.
Bagi Kadin Kota Batam, investasi yang berkualitas adalah investasi yang tidak hanya menghadirkan pabrik dan teknologi baru, tetapi juga membangun kapasitas SDM, memperluas kesempatan berusaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat struktur ekonomi daerah.
Momentum peringatan 98 Tahun Sumpah Pemuda ini, diharapkan menjadi semangat bersama, menjadikan Batam semakin maju melalui investasi yang inklusif, berdaya saing, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Kadin Kota Batam mendukung masuknya investasi, sekaligus mendorong agar setiap investasi memberikan manfaat nyata bagi daerah, memperkuat pengusaha lokal, dan menghadirkan multiplier effect yang berkelanjutan bagi masyarakat Kota Batam. (amr)
BERITA TERKAIT:
Investasi Batam Tumbuh Pesat: Penataan Infrastruktur dan Penanganan Banjir jadi Prioritas BP Batam
Triwulan I 2026, Investasi Batam Melonjak Lebih dari 100 Persen
Realisasi Investasi Batam Triwulan I Tahun 2024 Capai Rp7,45 Triliun
