Entaskan Kemiskinan Ekstrem, Ratusan Warga Kurang Mampu di Natuna Terima Bantuan Bedah Rumah

Entaskan Kemiskinan Ekstrem, Ratusan Warga Kurang Mampu di Natuna Terima Bantuan Bedah Rumah
Bupati Natuna, Cen Sui Lan didampingi suami, Raja Mustakim saat meninjau pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Natuna, baru-baru ini. (F. Abed Simamora)

NATUNA, Kepri.co.id – Pemerintah melalui lintas kementerian, menambah alokasi program bantuan bedah rumah atau perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Natuna.

Total alokasi bantuan hunian pada tahun 2026 mencapai 389 unit, yang juga didistribusikan hingga ke kawasan pulau terluar seperti Pulau Laut.

​Kepala Bidang Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Natuna, Suratmojo, menjelaskan, pada tahap pertama telah tersedia 165 unit dari jalur reguler Dinas Perkim.

Kini, terdapat tambahan kuota sebanyak 224 unit yang berasal dari berbagai kementerian dan lembaga.

​Program yang sebelumnya dikenal dengan sebutan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ini, memiliki kriteria khusus bagi calon penerimanya.

​”Sifatnya stimulan, sebagai pancingan untuk membantu masyarakat yang masuk dalam kelompok desil satu sampai empat (miskin ekstrem hingga rentan miskin),” ujar Suratmojo, belum lama ini.

​Suratmojo memaparkan, tambahan 224 unit tersebut berasal dari Kementerian Sosial (Kemensos), Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), serta kementerian yang menangani urusan pendidikan.

​Dari BNPP, Natuna mendapat tambahan alokasi terbesar yakni 150 unit. Bantuan ini, difokuskan bagi warga yang tinggal di kawasan prioritas perbatasan, seperti Pulau Laut, Serasan, dan Subi.

Sementara itu, dari Kemensos terdapat kuota 50 unit hunian. Sasaran utamanya adalah keluarga prasejahtera yang memiliki anak dan sedang mengikuti pendidikan Sekolah Rakyat (SR). ​

“Program ini memang secara khusus diarahkan untuk membantu masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan,” kata Suratmojo.

​Adapun bantuan dari kementerian yang menangani pendidikan mensyaratkan kriteria spesifik, yakni ditujukan bagi warga kurang mampu, yang memiliki anak usia sekolah dengan kebutuhan khusus atau disabilitas.

​Disambut Baik Warga Perbatasan

​Program lintas kementerian ini, disambut baik oleh masyarakat dan pemerintah desa di wilayah terluar.

Kepala Desa Tanjung Pala, Kecamatan Pulau Laut, Yaswir, mengaku, bersyukur desanya mendapatkan alokasi perbaikan RTLH.

​”Ini memang diperuntukkan bagi warga yang kurang mampu, dan menyasar rumah-rumah yang memang perlu kita rehab,” ungkap Yaswir.

​Di Desa Tanjung Pala sendiri, alokasi bedah rumah yang didapat mencapai 39 unit. Rinciannya, 38 unit berasal dari program reguler Dinas Perkim dan satu unit tambahan dari Kemensos.

​Saat ini, kata Yaswir, pihaknya tengah melakukan proses verifikasi di tingkat desa, sekaligus membantu pembukaan rekening bagi para calon penerima bantuan.

​Ia berharap, realisasi program ini dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat nyata bagi warganya.

Pihak desa, tambahnya, juga akan terus mendata dan mengusulkan warga yang layak agar mendapatkan bantuan serupa di masa mendatang. (abed)

BERITA TERKAIT:

Cen Sui Lan Tinjau Rumah Penerima Program RTLH Buah Aspirasinya di Natuna

Tahun Ini, Cen Sui Lan Bangun 431 RTLH untuk Masyarakat Natuna

Cen Sui Lan: Cinta Saya Kepada Natuna Tidak Main-main

Tangis Haru Warga Batu Kapal Saat Cen Sui Lan Serahkan 57 Rumah Baru

 

Exit mobile version