NATUNA, Kepri.co.id – Pelabuhan Selat Lampa, Natuna, tak sekadar menjadi tempat bersandarnya kapal penumpang pada Rabu (23/9/2026).
Lima unit kontainer yang baru saja diturunkan hari itu, membawa napas lega bagi warga di kepulauan ujung utara Indonesia tersebut. Di dalamnya, tersimpan puluhan ribu Liter minyak goreng bersubsidi, Minyak Kita, yang akhirnya tiba tanpa harus menempuh rantai birokrasi dan pelabuhan perantara yang panjang.
Bupati Natuna, Cen Sui Lan, bersama wakilnya, Jarmin Sidik, tampak merapat ke area pelabuhan mengawal langsung muatan tersebut. Bukan kepalang, ada 96.252 Liter MinyaKita produksi Sinar Mas dalam kemasan satu dan dua Liter siap diedarkan. Bagi Cen, kedatangan langsung lima kontainer ini, buah dari lobi dan penataan sistem yang cukup panjang.
Selama ini, persoalan ongkos logistik menjadi momok klasik bagi wilayah kepulauan. Rantai subsidi MinyaKita dari pemerintah pusat, sebelumnya selalu terputus di Tanjungpinang. Buntutnya, Pemerintah Kabupaten Natuna harus merogoh kocek APBD, untuk menyambung napas pengangkutan melintasi laut hingga tiba di pulau mereka.
”Pemerintah hanya menanggung sampai Tanjungpinang. Kalau kita mau memasukkan ke Natuna, harus mengeluarkan biaya lagi,” tutur Cen, mengurai kerumitan masa lalu.
Keresahan itu pun dibawa ke meja pemerintah pusat. Melalui serangkaian koordinasi, pola distribusi akhirnya dirombak, agar minyak bersubsidi ini bisa berlayar langsung ke Natuna.
”Akhirnya, dapat angin segar. Kondisinya sekarang kita sudah tidak mendapatkan kendala untuk menjual dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET),” ungkap Cen.
Dengan stok yang kini aman, Cen meminta warganya, menepis kabar burung yang kadung beredar. Belakangan, santer terdengar desas-desus liar yang mengklaim harga MinyaKita di Natuna meroket hingga Rp23 ribu bahkan Rp24 ribu per Liter. Dengan nada tegas, ia menepisnya.
”Jangan bikin hoaks di Natuna ini. Pemerintah daerah akan selalu hadir,” katanya, sembari memastikan bahwa pasokan lanjutan akan kembali berlabuh bulan depan.
Di balik mulusnya jalur distribusi baru ini, Cen memberikan kredit khusus kepada PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), yang membantu membelah ombak membawa logistik pokok tersebut.
Pertemuan di dermaga hari itu, sekaligus menjadi ajang bertukar catatan. Merespons masukan Pelni mengenai infrastruktur keselamatan pelayaran, Cen berjanji akan menganggarkan perbaikan secepatnya.
Hari itu, di pelataran Selat Lampa, setidaknya satu rantai distribusi panjang berhasil dipangkas, menjaga asa agar asap dapur warga Natuna tetap mengepul tanpa diintai harga yang mencekik. (abed)
BERITA TERKAIT:
Langkah Empati Cen Sui Lan: Udara Buruk, Pendidikan Anak Natuna Tetap Berdenyut dari Rumah
Terisolasi dan Bergantung Pasokan Luar, Cen Sui Lan Perjuangkan Natuna Masuk FTZ
Cen Sui Lan Tuntaskan Kunker ke China, Buka Kran Investasi Pasir Kuarsa Skala Internasional
