Menlu Iran Sebut Telah Panggil Dubes Prancis Soal “Campuri” Urusan Dalam Negeri

Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran, Esmaeil Baghaei. (F. Xinhua)

TEHERAN (Kepri.co.id – Xinhua) – Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran, Esmaeil Baghaei pada Senin (27/7) mengatakan bahwa Teheran telah memanggil duta besar (dubes) Prancis untuk Iran guna menyampaikan protes soal Prancis “mencampuri urusan dalam negeri Iran,” menyusul penahanan singkat dua diplomat Prancis sebelumnya pada bulan ini.

Kedua diplomat tersebut dilaporkan ditahan pada 19 Juli 2026 di Teheran, dengan tuduhan melakukan tindakan yang melanggar Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik karena mencampuri urusan dalam negeri dengan dalih keterlibatan masyarakat sipil.

“Kemarin, dubes Prancis di Teheran dipanggil ke Kemenlu, di mana ditekankan bahwa pemerintah Prancis harus menghentikan tindakan dan campur tangan semacam itu terhadap urusan dalam negeri Iran dengan dalih yang menyesatkan,” kata Baghaei dalam sebuah taklimat pers mingguan. Kedua diplomat telah melakukan aktivitas “yang sama sekali tidak dapat dibenarkan,” imbuhnya. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Sanksi PBB Kembali Diterapkan, Iran Sebut Kesepakatan dengan IAEA di Kairo Tak Berlaku Lagi

Prancis Panggil Duta Besar AS Terkait Tuduhan Antisemitisme

AS Lancarkan Gelombang Ketiga Serangan terhadap Iran, setelah Sebuah Kapal Diserang di Selat Hormuz

Penasihat Senior Pemimpin Tertinggi Iran: AS Langgar MoU dengan Terus Picu Ketegangan di Selat Hormuz

IMO: Sekitar 2.500 Awak Kapal telah Dievakuasi dari Selat Hormuz sejak Selasa

Badan Keamanan Tertinggi Iran Perintahkan Penanganan Cepat Permohonan Melintasi Selat Hormuz

 

Exit mobile version