LONDON (Kepri.co.id – Xinhua) – Sekitar 2.500 awak di 115 kapal telah dievakuasi dari Selat Hormuz sejak Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization/ IMO) meluncurkan operasi evakuasi bagi awak kapal yang terdampar pada Selasa (23/6/2026). Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez pada Jumat (26/6/2026).
Dalam konferensi pers daring, Dominguez mengatakan, angka-angka awal tersebut mencakup tiga setengah hari pertama operasi evakuasi.
Pada Selasa (23/6/2026), IMO mengumumkan kerangka kerja evakuasi tersebut, dengan merekomendasikan penggunaan rute utara yang diinformasikan oleh Iran dan rute selatan yang diinformasikan oleh Oman.
Namun, pada Kamis (25/6/2026), badan maritim PBB itu menangguhkan operasi evakuasi setelah sebuah kapal diserang di Teluk Oman, dengan alasan kapal itu perlu melakukan penilaian lebih lanjut mengenai apakah jaminan keamanan yang menjadi landasan operasi tersebut masih berlaku.
Data pelayaran menunjukkan bahwa beberapa kapal tetap melintasi Selat Hormuz setelah operasi IMO ditangguhkan.
Merespons pertanyaan dari Xinhua, Dominguez mengatakan, Iran masih menjalankan operasinya di rute utara, sementara Amerika Serikat terus memberikan bantuan kepada kapal-kapal yang melintas di rute selatan.
“Yang penting bagi kapal-kapal tersebut adalah melakukan penilaian risiko sebelum mengambil keputusan akhir,” tuturnya, seraya mendesak para pemilik dan operator kapal agar menilai risiko dengan cermat.
Dominguez menambahkan IMO hanya akan melanjutkan operasi evakuasi setelah mendapat jaminan yang cukup bahwa kapal-kapal komersial tidak akan diserang. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Badan Keamanan Tertinggi Iran Perintahkan Penanganan Cepat Permohonan Melintasi Selat Hormuz
Sekutu Eropa Tolak Seruan Trump untuk Misi Militer di Selat Hormuz
