69 Tahun Berselang, Semangat Bandung Konferensi Asia-Afrika Tetap Berkobar di Global South

Kereta Cepat Jakarta - Bandung (KCJB) atau "Whoosh" salah satu wujud kerangka kerja sama inisiatif sabuk dan jalur Sutra (Belt and Road Initiative/ BRI). (F. Xinhua)

BANDUNG (Kepri.co.id – Xinhua) – Konferensi Asia-Afrika (KAA), yang juga dikenal sebagai Konferensi Bandung, digelar di Bandung pada April 1955.

Konferensi ini menandai, kali pertama negara-negara Global South bersatu, menentang imperialisme dan kolonialisme demi mempertahankan hak kedaulatan mereka dan dunia yang lebih adil.

Para pemimpin dan perwakilan 29 negara Asia dan Afrika, yang baru saja meraih kemerdekaan setelah direnggut dengan kejam oleh penjajah Barat selama puluhan tahun, mengusulkan semangat Bandung dengan “solidaritas, persahabatan, dan kerja sama” sebagai intinya, yang memprakarsai Gerakan Nonblok dan kerja sama Selatan-Selatan.

Saat ini, hampir tujuh dekade setelah konferensi tersebut, semangat Bandung terus berkobar, menginspirasi negara-negara Global South menempuh jalur pembangunan baru, bersama-sama melalui kerja sama yang saling menguntungkan di bawah kerangka kerja sama inisiatif sabuk dan jalur Sutra (Belt and Road Initiative/ BRI) dan berbagai platform lainnya. (amr/ xinhua-news.com)

Exit mobile version