Klarifikasi Lengkap BMKG Tarempa Soal Tersendatnya Informasi Cuaca ke Warga Pesisir Anambas

Kepala Stasiun Meteorologi Tarempa, Samuel. (F. Latif Sabrian)

TAREMPA (Kepri.co.id) – Menanggapi hancurnya fasilitas dermaga dan gudang nelayan di Desa Lingai akibat gelombang tinggi pada Sabtu (25/7/2026) pagi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas III Tarempa memberikan klarifikasi resmi. Pihak BMKG menegaskan, peringatan dini cuaca ekstrem sebenarnya telah diterbitkan, namun distribusinya ke tingkat desa terhambat oleh masalah pembaruan basis data kontak.

Kepala Stasiun Meteorologi Tarempa, Samuel, mengonfirmasi, peringatan potensi gelombang tinggi telah dipublikasikan secara terbuka melalui kanal media sosial resmi BMKG enam jam sebelum insiden nahas tersebut terjadi.

“Informasi cuaca sudah ada di Facebook kami. Namun, kami menyadari di lapangan banyak masyarakat yang lebih aktif menggunakan WhatsApp (WA) dan jarang membuka Facebook,” ujar Samuel dalam wawancara khusus dengan Kepri.co.id, Sabtu malam (25/7/2026).

Akar Masalah: Rantai Informasi yang Terputus

Samuel memaparkan, kendala utama tidak sampainya informasi mitigasi ke desa-desa pesisir seperti Lingai, Nyamuk, dan Mengkait adalah terputusnya rantai distribusi informasi birokrasi di tingkat daerah.

BMKG sebelumnya telah mengusulkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar grup WA “Siaga Bencana” minimal diisi oleh para Camat dan Kepala Desa. Sayangnya, dinamika pergantian kepemimpinan di tingkat desa menjadi kendala. Pimpinan yang lama seringkali tidak meneruskan estafet keikutsertaan grup kepada pimpinan yang baru, sehingga data kontak perangkat desa di dalam sistem peringatan dini tidak diperbarui.

Sinergi Media dan BMKG

Sebagai solusi cepat atas kebuntuan komunikasi ini, redaksi Kepri.co.id mengambil inisiatif proaktif dengan menyerahkan basis data nomor kontak beberapa Kepala Desa se-Kabupaten Kepulauan Anambas yang terbaru kepada pihak BMKG.

Langkah ini disambut baik oleh Samuel. BMKG Tarempa berkomitmen akan langsung memasukkan nomor-nomor kontak para Kepala Desa tersebut ke dalam Grup WA resmi informasi BMKG.

“Kami juga akan terus mendorong Pemerintah Daerah untuk membantu memastikan seluruh perangkat desa bergabung dalam grup penyebaran informasi ini, agar peringatan dini dapat tersampaikan secara langsung dan real-time kepada masyarakat,” tegasnya.

Prakiraan Cuaca Terkini dan Imbauan Nelayan

Terkait kondisi cuaca perairan Anambas terkini untuk estimasi hingga 28 Juli 2026 mendatang, Samuel merilis data teknis, bahwa tinggi gelombang berpotensi mencapai 1,25 hingga 2,5 Meter (Kategori Sedang). Tingginya gelombang ini, didominasi oleh faktor angin yang saat ini bertiup dengan kecepatan 15 hingga 20 knot, khususnya pada wilayah perairan selatan Anambas.

Meski demikian, kecepatan angin diprediksi akan mengalami penurunan dalam dua hingga tiga hari ke depan, yang otomatis akan berdampak pada menurunnya tinggi gelombang perairan.

BMKG Tarempa mengimbau seluruh masyarakat Anambas untuk selalu merujuk pada informasi cuaca dari kanal resmi pemerintah, dan tidak mudah terpancing isu yang belum jelas kebenarannya. Masyarakat dapat mengakses informasi cuaca ter-update melalui Facebook (Stasiun Meteorologi Tarempa), Instagram (@stamet.tarempa.bmkg), maupun Call Center WA OPS Stamet Tarempa.

“Kami meminta masyarakat untuk tetap memperhatikan dan memprioritaskan keselamatan dalam setiap melaksanakan aktivitas yang berkaitan dengan perairan di wilayah Anambas,” pungkas Samuel. (LS)

Exit mobile version