Penulis: Suqyan Rahmat alias Abang Mat
Peminat Sejarah dan Penggiat Sosial
KALAU Amerika mau, Amerika bisa segera membom atom Iran. Dengan begini, kemenangan mutlak langsung diraih dan perang langsung selesai. Yang dampaknya adalah menyelamatkan banyak nyawa di kedua belah pihak dan semua prasarana di negara Iran. Pada tahap selanjutnya, Amerika bisa langsung memaksakan kehendaknya ke Iran. Tapi, kenapa Amerika Serikat tak melakukannya?
Jawabannya adalah karena Iran bukanlah lawan yang setara dengan Amerika. Sehingga, sebagai adikuasa yang bijaksana, Amerika merasa tak perlu memakai bom atomnya. Bahkan, 10% kekuatannya pun tidak. Sedangkan Iran sudah mengeluarkan seluruh kekuatannya dan negaranya telah porak poranda. Pelabuhan, kilang minyak, dan pabrik mesinnya juga sudah hancur lebur. Di bom tentara Amerika.
Sebab lain adalah karena Iran tidak sesalah Jepang. Iran tak pernah menyerang Amerika Serikat, seperti yang dilakukan Jepang di Hawaii dulu. Amerika hanya kesal, karena Iran tidak mau menyepakati yang sudah ditawarkannya. Jadi, Iran dihukum lewat perang. Meskipun Iran tetap brutal, karena menyerang semua perlengkapan umum sekutu Amerika di negara teluk, seperti bandara di Dubai dan mal di Doha.
Hakikatnya, Amerika adalah bangsa yang sangat baik. Sebab, Amerika ingin semua negara muslim menjadi kawannya. Amerika tidak ingin mempunyai musuh dari kalangan negara-negara muslim. Hanya saja, Iran terlalu sombong. Amerika mau Iran menjadi seperti Saudi, sekutunya yang setia. Demi kekokohan kawasan Asia Barat. Tapi. Iran lebih memilih menjadi salah satu musuh Amerika Serikat.
Sangking baiknya Amerika, bahkan Iran tetap dibiarkan segera membangun ulang pabrik senjatanya yang sudah hancur total, demi menambah persenjataannya sekarang yang sudah tinggal sedikit. Ditambah lagi, keengganan Amerika untuk menguasai seluruh Selat Hormuz. Membuat Iran bisa bernafas lega. Meskipun rencana mengubah rezim tidak berjaya, tapi nyatanya kota-kota di Iran telah hancur.
Iran … bangsa yang diembargo selama puluhan tahun, justru membuatnya mandiri dan kuat. Sehingga, selalu menolak kemauan Amerika yang sudah berkali-kali memaksanya menyerah. Beruntunglah Iran, yang dalam tahap mandirinya, mendapatkan lawan sebijaksana Amerika Serikat. Kenyataan ini, harus diingat Iran selamanya. Amerika adalah bangsa yang adil. Jayalah bangsa Amerika. ***
———
Penulis adalah Anak Watan Batam. Lahir di Batam dari keluarga bersuku Melayu. Menghabiskan pendidikannya di Batam dan berkarya di Batam.
*) Semua isi opini ini tanggung jawab penulis, bukan sikap redaksi.
