Kereta Cepat Jakarta Bandung Layani 200 Ribu Lebih Penumpang Selama Libur Lebaran 2024

Para penumpang berpose untuk difoto dengan rangkaian kereta electric multiple unit (EMU) Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di peron Stasiun Halim di Jakarta pada 17 April 2024. KCJB pada Rabu (17/4) menandai enam bulan masa pengoperasiannya, dengan catatan 2,56 juta penumpang telah diangkut, demikian disampaikan PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), sebuah konsorsium perusahaan patungan antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia dan China yang membangun dan mengelola KCJB. (Xinhua/Xu Qin)

JAKARTA (Kepri.co.id – Xinhua) – Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) atau Whoosh, mengangkut sebanyak 222.309 penumpang selama periode liburan Lebaran yang ditetapkan pemerintah pada 3-18 April 2024.

Liburan Idul Fitri tahun ini, menjadi kali pertama proyek kerja sama Indonesia-China itu melayani pemudik, setelah beroperasi secara komersial sejak pertengahan Oktober 2023 lalu.

Tidak sedikit penumpang yang memilih pulang ke kampung halamannya di Bandung, dari Jakarta menggunakan Whoosh karena waktu tempuh yang cepat. Pengelola Whoosh mencatat, jumlah penumpang tertinggi pada periode tersebut, mencapai 21.500 penumpang per hari.

Sekitar 94 persen dari penumpang berada di kelas premium economy. Sedangkan sisanya, merupakan penumpang first class dan business class. Sementara itu, lebih dari separuh penumpang tersebut berangkat dari Stasiun Halim di Jakarta menuju Bandung.

Selama periode liburan Lebaran tersebut, pihak pengelola mengoperasikan 832 perjalanan kereta atau sebanyak 52 perjalanan per hari, yang meliputi tambahan 12 perjalanan per hari untuk mengantisipasi tingginya volume penumpang.

“Ketepatan waktu keberangkatan Whoosh mencapai 100 persen atau tanpa keterlambatan sama sekali,” kata General Manager Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Eva Chairunisa dalam keterangan resminya.

Dia memastikan bahwa seluruh perjalanan pada periode liburan panjang itu aman dan lancar berkat persiapan sarana dan prasarana yang matang oleh pihak pengelola dan respons sigap dari para petugas di lapangan. (asa/ xinhua-news.com)

Exit mobile version