BATAM (Kepri.co.id) – Dalam rangka menjaga kepastian dan penerapan good governance dalam berinvestasi, Badan Pengusahaan (BP) Batam sedang melakukan penyempurnaan database dan land management system (LMS).
Sekretaris Menteri Koordinator (Sesmenko) Bidang Perekonomian RI, Susiwijono Moegiarso selaku Ketua Dewan Pengawas BP Batam menjelaskan, saat ini BP Batam sedang melakukan penyempurnaan sistem LMS (pengelolaan lahan), terutama terkait dengan database dan proses bisnis alokasi lahan.
Ketua Dewan Pengawas BP Batam menegaskan, tidak ada moratorium pelayanan pertanahan selama penyempurnaan sistem LMS, yang waktunya kebetulan bersamaan dengan Kepala BP Batam Muhammad Rudi menjalani masa cuti.
“Tidak ada moratorium pelayanan, namun pengalokasian lahan baru belum dapat dilakukan, karena database tanah sedang dilakukan penyempurnaan terkait kualitas & integritas data,” kata Susi.
Baca Juga: Menko Perekonomian Puji BP Batam Meningkatkan Investasi
“Bahwa tidak benar pemberitaan yang beredar berkaitan dengan adanya moratorium pelayanan pertanahan, yang ada hanya penyempurnaan database lahan dan sistem pengelolaannya,” terang Susi lebih lanjut.
Adapun saat ini pelayanan LMS tetap berjalan, tetapi khusus pelayanan pengalokasian statusnya off, karena sedang pemutahiran database.
Baca Juga: Targetkan Realisasi Investasi di Batam Naik jadi Rp40 Triliun
Sementara layanan lainnya seperti perpanjangan hak atas tanah, peralihan & perizinan lainnya tetap berjalan normal.
Susiwijono Moegiarso berharap, iklim investasi berjalan kondusif dan berpesan untuk dapat menjaga investasi dengan kepastian berusaha.
Baca Juga: Tinjau KEK Nongsa Digital Park, Pemerintah Berkomitmen Penuhi Kebutuhan Administrator KEK
“Karena kalau dialokasikan sekarang, kemudian ada perbedaan karena perbaikan database, malah menimbulkan ketidakpastian. Kita ingin menjaga iklim investasi ini kondusif, salah satunya dengan kepastian terkait pengelolaan tanah,” terang Susi. (hen)
