KUWAIT CITY (Kepri.co.id – Xinhua) – Sistem pertahanan udara Kuwait mencegat sejumlah rudal dan drone “musuh” pada Kamis (23/7/2026) malam waktu setempat, diiringi suara ledakan yang terdengar di beberapa wilayah negara tersebut, ungkap militer Kuwait.
Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait menyampaikan di platform media sosial X bahwa “sistem pertahanan udara saat ini tengah merespons ancaman rudal dan drone musuh,” seraya menambahkan, suara ledakan yang didengar oleh warga merupakan “dampak dari sistem pertahanan udara yang mencegat target musuh.”
Militer Kuwait mengimbau masyarakat agar mematuhi instruksi keselamatan, namun tidak memerinci jumlah drone yang dicegat, asal serangan, atau apakah serangan tersebut menimbulkan korban atau kerusakan material.
Sementara itu, kantor berita resmi Kuwait, KUNA, melaporkan, sirene peringatan telah diaktifkan di seluruh negara tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, militer Amerika Serikat (AS) telah melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap target-target Iran, dengan mengeklaim bahwa serangan itu merupakan respons atas tindakan angkatan bersenjata Iran yang menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz, dan bertujuan “melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial.”
Iran merespons hal itu dengan melancarkan gelombang serangan rudal dan drone, menyasar pangkalan dan fasilitas militer AS di kawasan tersebut, termasuk yang berlokasi di Kuwait.
Sebelumnya pada Kamis (23/7/2026), negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk dan Yordania mengeluarkan pernyataan bersama, mengecam apa yang mereka sebut sebagai serangan Iran yang terus berlanjut dan menargetkan wilayah-wilayah mereka. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
AS Lancarkan Gelombang Ketiga Serangan terhadap Iran, setelah Sebuah Kapal Diserang di Selat Hormuz
Kuwait Laporkan Serangan terhadap Pos Perbatasan dan Anjungan Minyak Lepas Pantai
AS dan Iran Kembali Saling Serang setelah Blokade Hormuz Diberlakukan Lagi
