AMERIKA (Kepri.co.id – Xinhua) – Gangguan teknologi informasi (TI) yang meluas pada Jumat (19/7/2024) telah mengakibatkan kekacauan pada layanan dan bisnis global.
Gangguan ini berkaitan dengan perusahaan keamanan siber CrowdStrike, yang terutama berdampak pada komputer-komputer yang menjalankan sistem operasi Microsoft Windows.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Washington DC. (XHTV)
Menurut platform pelacakan penerbangan Flight Aware, lebih dari 10 bandara di Amerika Serikat mengalami penundaan penerbangan yang signifikan pada Jumat (19/7/2024) sore.
Baca Juga: Gangguan IT Global, Maskapai AS Alami Penundaan dan Pembatalan Besar-Besaran
Hampir 30.000 penerbangan ditunda pada Jumat tersebut, dan hampir 7.000 penerbangan dibatalkan di seluruh dunia, papar Euronews.
Di Australia, gangguan tersebut berdampak pada ratusan, bahkan mungkin ribuan, perusahaan, sehingga menimbulkan gangguan signifikan pada pengoperasian harian.
Berbagai maskapai penerbangan, media, rumah sakit, bank, dan perusahaan di seluruh dunia masih dalam tahap pemulihan dari insiden yang belum pernah terjadi sebelumnya ini. Para ahli memperkirakan pemulihan penuh dari gangguan sebesar ini akan memakan waktu berminggu-minggu.
Para ahli dan analis melihat kejadian ini sebagai peringatan keras tentang perlunya infrastruktur digital global yang lebih tangguh dan tidak terlalu dimonopoli. (asa/ xinhua-news.com)
