Srikandi Pemuda Pancasila Bawa Berobat Bocah Tumor Mata ke RSCM Jakarta

Ketua Srikandi Pemuda Pancasila Kota Batam, Sumiati bersama bocah tumor mata Riski Alfarizi (16 bulan) dan ibunya Ima Rahima (18) menunggu perobatan di RS AB Batam, baru-baru ini. (F. dok srikandi pp kota Batam)

BATAM (Kepri.co.id) – Srikandi Pemuda Pancasila (PP) Kota Batam membawa bocah tumor mata Riski Alfarizi (16 bulan) berobat ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Jumat (24/11/2023).

Bocah Riski Alfarizi adalah buah kasih sayang pasangan suami istri (pasutri) Ripki Afirizal (18) dan Ima Rahima (18) warga Tembilahan, Provinsi Riau.

Kru MT Cipta Rejeki 8 memberikan donasi membantu perobatan bocah tumor mata Riski Alfarizi (16 bulan) di rumah kediaman Ketua Srikandi Pemuda Pancasila Kota Batam, Sumiati di Bengkong, baru-baru ini. (F. dok srikandi pp kota batam)

Berhubung Ripki dan Ima adalah keluarga tak mampu, sehingga pasutri ini pindah numpang di rumah uwaknya di Jembatan 6 Barelang.

“Kependudukan Ripki dan Ima pindah ke Batam diurus Srikandi PP Kota Batam. Setelah data kependudukan selesai, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan keluarga tak mampu juga diurus Srikandi,” ujar Ketua Srikandi Pemuda Pancasila Kota Batam, Sumiati di Bengkong, Rabu (22/11/2023).

Kemudian Srikandi PP Kota Batam membawa Riski Alfarizi berobat ke Rumah Sakit Awal Bros (RS AB) Batam rujukan BPJS Kesehatan.

“Hasil perobatan di RS AB, pembengkakan tumor di mata Riski tumor ganas. Sehingga, RS AB memberikan rujukan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta,” Sumiati.

Selama pengobatan Riski d Batam dan akan diberangkatkan ke RSCM Jakarta, aku Sumiati, pihaknya mendapatkan donasi dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Batam, kru MT Cipta Rejeki 8, kru MV Oceanna 17, alumni SMK Pelayaran Batam angkatan 07 dan 08, serta orang yang tak mau disebutkan namanya (hamba Allah).

“Insya Allah, Jumat (24/11/2023) nanti naik pesawat Lion, Riski dan kedua orang tuanya serta saya dampingi berangkat ke RSCM Jakarta. Tempat penginapan di Rumah Singgah Raja Ahmad Engku Haji Tua milik Pemprov Kepri. Sudah didaftar dan sudah oke dari manajemen rumah singgah,” aku Sumiati.

Persoalannya, aku Sumiati, keluarga pendamping yang boleh menemai pasien di rumah singgah milik Pemprov Kepri di Jakarta itu maksimal dua orang.

“Saya nanti tidur di emperan rumah singgah saja. Yang penting berobat dulu, nanti bagaimana-bagaimana di sana nanti dipikirkan,” ujar Sumiati.

Bagi dermawan yang tergerak hati membantu meringankan bocah Riski dan pasutri kurang mampu ini, imbau Sumiati. bisa mengirimkan donasi melalui Bank Mandiri nomor rekening 1090020593802 atas nama Sumiati.

“Kalau membantu niatkan ikhlas karena Allah untuk mendapatkan ridha-NYA, jangan mengharapkan pahala. Pahala itu hanya bonus dari ridha Allah,” ujar Sumiati. (asa)

Exit mobile version