BEIJING (Kepri.co.id – Xinhua) – Tim peneliti China berhasil mengembangkan batu bata dari sebuah material yang memiliki komposisi serupa dengan tanah Bulan, dengan harapan batu bata tersebut, dapat digunakan untuk membangun pangkalan Bulan di masa mendatang.
Menurut cuplikan video terbaru yang diberikan kepada Xinhua oleh Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Huazhong, tim peneliti yang dipimpin Ding Lieyun menggunakan tiruan tanah Bulan untuk membuat “batu bata Bulan” yang tiga kali lebih kuat daripada batu bata merah standar atau batu bata beton.
Baca Juga: Melihat dari Dekat Laboratorium Sampel Bulan di Beijing, China
Tim itu juga mengembangkan opsi konstruksi lain menggunakan teknologi manufaktur aditif. Para peneliti menciptakan robot pencetak tiga dimensi (3D) untuk mencetak bangunan menggunakan tanah Bulan.
Menurut China Central Television, batu bata Bulan akan dikirim ke stasiun luar angkasa China dengan menggunakan wahana antariksa kargo Tianzhou-8 untuk memverifikasi kinerja mekanis dan termalnya, serta daya tahannya terhadap radiasi kosmis. Batu bata Bulan pertama diperkirakan akan kembali ke Bumi pada akhir 2025.
Baca Juga: Misi Chang’e-6 China Kumpulkan 1.935,3 Gram Sampel dari Sisi Jauh Bulan
China pada Selasa (15/10/2024) meluncurkan program pengembangan jangka menengah hingga jangka panjang nasionalnya untuk ilmu antariksa, yang menguraikan sebuah peta jalan bagi pengembangan ilmu antariksa di China hingga 2050.
Stasiun penelitian Bulan internasional, yang diprakarsai oleh China, akan dibangun dalam fase kedua program tersebut dari 2028 hingga 2035. (amr/ xinhua-news.com)
