ANKARA, Kepri.co.id – Xinhua – Pemerintah Turki menyerahkan Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah kepada parlemen untuk diratifikasi pada Selasa (20/10/2026), lapor media setempat.
Perjanjian itu akan ditinjau terlebih dahulu oleh Komite Urusan Luar Negeri Majelis Agung Nasional Turki, sebelum diajukan ke Majelis Umum Turki, lapor Hurriyet Daily News, sebuah harian berbahasa Inggris di Turkiye.
Teks lengkap perjanjian tersebut, yang diungkap pada hari yang sama oleh Middle East Eye, portal berita yang berbasis di London, tidak mengidentifikasi negara atau kawasan tertentu sebagai ancaman.
Perjanjian itu menekankan dukungan bersama di antara semua pihak jika integritas wilayah, kedaulatan, atau perbatasan yang diakui secara internasional dari pihak mana pun terancam atau dalam bahaya.
Perjanjian itu tidak memiliki tanggal berakhir yang tetap. Pihak mana pun dapat menarik diri hanya setelah 10 tahun berlalu sejak mulai berlaku, dengan syarat memberikan pemberitahuan tertulis kepada pihak-pihak lain melalui saluran diplomatik sedikitnya tiga bulan sebelumnya.
Burhanettin Duran, Direktur di Direktorat Komunikasi Kepresidenan Turki, mengatakan di platform media sosial X bahwa penyerahan tersebut menandai tahap penting dalam pelembagaan kerja sama strategis di antara “tiga negara bersaudara.”
Pada 7 Agustus, Turki, Arab Saudi, dan Pakistan menandatangani Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah. Berdasarkan kesepakatan itu, serangan bersenjata terhadap salah satu penanda tangan akan dianggap sebagai serangan terhadap semua penanda tangan perjanjian tersebut. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Menlu Turki Sebut Kesepakatan Pertahanan Trilateral yang Baru Diteken Tidak Menargetkan Iran
