JAKARTA (Kepri.co.id – Xinhua) – Pemandangan perkotaan multilapis yang dihadirkan Kota Chongqing di China barat daya sukses menarik ribuan wisatawan berkat lanskapnya yang menakjubkan.
Para pelancong melakukan tur keliling kota dengan berjalan kaki terutama pada malam hari karena Chongqing menghadirkan pemandangan perkotaan yang sangat modern dan memukau, yang memadukan pembangunan ekonomi kota dengan upaya pemeliharaan lingkungan.
Wisatawan asal Indonesia, Maria Asteria Sastrayu Rahajeng, juga terkesan dengan suasana perkotaan di sana. “Saya pernah mengunjungi kota Shanghai dan Suzhou. Hal yang membuat Chongqing berbeda adalah banyaknya jembatan, sungai, dan bentang alam kota yang unik, mengingat perencanaan pembangunan kota ini disesuaikan dengan lanskap pegunungannya,” kata Maria yang juga seorang influencer itu kepada Xinhua beberapa waktu lalu.
Data yang dirilis oleh otoritas pariwisata Kota Chongqing, China barat daya, menunjukkan bahwa semakin banyak wisatawan asal negara-negara ASEAN berkunjung ke kota berjuluk “Kota Cyberpunk” itu pada kuartal pertama tahun ini. Pencapaian ini berkaitan erat dengan sumber pariwisata Chongqing yang unik.
Selain pilihan “Citywalk”, Chongqing juga memiliki wisata berbasis alam yang dapat memberikan kesan tak terlupakan. Salah satunya adalah Taman Bumi Yunyang (Yunyang Geopark). Geopark tersebut, mempromosikan konsep ekowisata yang memikat para pelancong yang ingin lepas dari hiruk pikuk perkotaan dan ingin merasakan ketenangan di alam terbuka.
Berdasarkan data otoritas setempat, Yunyang Geopark di Chongqing mencakup area seluas 1.124 kilometer persegi yang terkenal dengan “Tembok Besar Fosil Dinosaurus” dan memiliki formasi karst dramatis, meliputi salah satu lubang runtuhan (sinkhole) terdalam di dunia dengan kedalaman 335 meter yang menjadi lokasi penting untuk penelitian ilmiah.
Geopark Yunyang resmi ditambahkan ke dalam Jaringan Taman Bumi Global (Global Geoparks Network) Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) pada April 2025.
Menurut komisi pengembangan pariwisata dan kebudayaan Kota Chongqing, negara-negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Thailand, menjadi pasar sumber wisatawan yang penting bagi sektor pariwisata inbound di kota tersebut. (hen/ xinhua-news.com)
