BEIJING (Kepri.co.id – Xinhua) – China melaporkan peningkatan pesat dalam hal tukar tambah (trade-in) kendaraan, berkat dukungan kebijakan yang dirancang untuk menguntungkan konsumen.
Kementerian Perdagangan China pada Selasa (19/11/2024) mengatakan, pihaknya telah menerima lebih dari 4 juta permohonan subsidi, untuk tukar tambah kendaraan penumpang per Senin (18/11/2024) di bawah program pembaruan massal yang dimulai pada awal tahun ini.
Baca Juga: Sektor otomotif China Laporkan Momentum Pertumbuhan dalam Sembilan Bulan Pertama 2024
Saat ini, orang-orang yang menukar mobil lama dengan kendaraan energi baru berhak mendapatkan subsidi sebesar 20.000 Yuan (1 Yuan = Rp2.187), sementara mereka yang menggantinya dengan mobil berbahan bakar minyak akan mendapatkan 15.000 Yuan.
Kebijakan ini secara efektif telah menstimulasi pasar mobil. Penjualan mobil di China naik 7 persen secara tahunan (year on year/ yoy) menjadi 3,05 juta unit pada bulan lalu. Dalam 10 bulan pertama, penjualan mobil di seluruh negara tersebut telah melampaui 24,6 juta unit secara total.
Baca Juga: Ekspansi Jetour di Ppasar Indonesia: Produksi Lokal Peluncuran Mobil Ramah Lingkungan
Subsidi tukar tambah kendaraan merupakan bagian dari program nasional yang diluncurkan pada Maret 2024, dengan tujuan untuk memperluas permintaan domestik dan menopang perekonomian melalui peningkatan peralatan dan tukar tambah barang konsumen. (hen/ xinhua-news.com)
BACA JUGA:
Pinjaman Yuan di China Tumbuh 17,1 Triliun Yuan Dalam 11 Bulan Pertama 2024
