Ikama Kepri Kutuk dan Kecam Saefuddin Ibrahim, Terkait Viral Hapus 300 Ayat Alquran

Ikama Kepri Kutuk dan Kecam Saefuddin Ibrahim, Terkait Viral Hapus 300 Ayat Alquran
Ketua DPW Ikama Provinsi Kepri, Umar Faruq (kanan) dan Saefuddin Ibrahim. (F. rud)

BATAM (Kepri co.id) – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Madura (Ikama) Provinsi Kepri, melalui ketuanya Umar Faruq, mengecam terkait viral pernyataan murtadin Saefuddin Ibrahim di media sosial mengatakan, supaya dihapus 300 ayat dalam Alquran dan pesantren berindikasi ajaran terorisme.

“Itu sangat-sangat melukai hati kami muslim atas pernyataan Saefuddin Ibrahim tersebut. Saefuddin seorang murtadin (mantan pemeluk Islam), Anda jangan lompat pagar membahas Alquran yang jelas-jelas Anda tidak imani,” ujar Umar Faruq kepada wartawan di Batam Centre, Minggu (20/3/2022).

Sebagai murtadin, lanjut Umar Faruq, pernyataan Saefuddin Ibrahim berbahaya memecah belah umat dan potensi konflik horizontal di tengah masyarakat.

Penyampaian sikap DPW Ikama Provinsi Kepri terkait viral pernyataan Saefuddin Ibrahim di medsos, diduga melukai perasaan umat Islam. (F. rud)

“Bagi umat Islam tidak ada masalah dengan Alquran. Jangan samakan dengan pikiran Anda, versi revisi lama dan revisi baru. Anda mendiskreditkan pendidikan Islam di Pondok Pesantren. Anda apa lupa, darah ulama dan santri yang banyak gugur memerdekakan NKRI ini. Jangan Anda pancing keributan lompat pagar mencampuri kitab suci umat Islam,” kata Umar Faruq mengingatkan.

Ikama juga, lanjut Umar Faruq, mengecam dan mengutuk Saefuddin Ibrahim yang viral menyatakan, menantang atau duel atau carok Menkopolhukam Mahfud MD, karena carok bagi warga etnis Madura salah satu ucapan yang sangat membahayakan dan merupakan marwah dan harga diri bagi orang Madura.

“Pak Mahfud MD itu, salah satu tokoh nasional berdarah Madura yang dihormati dan ditokohkan oleh orang Madura. Pernyataan Anda (Saefuddin Ibrahim), jelas sangat melukai dan memancing emosi kami sebagai orang Madura,” ujar Umar Faruq.

Sehubungan dengan itu, kata Umar Faruq, dirinya berharap pihak kepolisian agar menangkap Saefuddin Ibrahim sebelum terjadi konflik horizontal akibat pernyataan tersebut.

“Jika tak ada halangan, Ikama Provinsi Kepulauan Riau juga akan melaporkan Saefuddin Ibrahim ke Polda Kepri,” pungkas Umar Faruq. (amr)

Exit mobile version