JAKARTA (Kepri.co.id – Xinhua) – Inisiatif Pembangunan Global (Global Development Initiative/ GDI) yang diusulkan China, mendorong keberlanjutan global dan memajukan agenda pembangunan berkelanjutan 2030 melalui inklusivitas, inovasi, dan kemitraan, kata seorang ekonom Indonesia.
“Menurut saya, Inisiatif Pembangunan Global berpusat pada upaya memajukan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, dengan menekankan pada ketahanan yang inklusif, dan juga pembangunan global yang berkelanjutan,” ujar Kepala ekonom di Bank Permata Indonesia, Josua Pardede.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Jakarta. (XHTV)
Inisiatif ini berfokus pada tiga area. Yang pertama, pembangunan yang berpusat pada manusia, yang berarti pembangunan bertujuan mengatasi ketidaksetaraan global dengan mengembangkan kerja sama antarnegara.
Kedua, inovasi dan transisi hijau, karena GDI mendorong digitalisasi, teknologi hijau, dan juga praktik produksi yang berkelanjutan.
“Terakhir, menurut saya, GDI mendorong kemitraan yang kuat di antara negara-negara, khususnya dengan memperkuat multilateralisme melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kerja sama Utara-Selatan dan kerja sama Selatan-Selatan,” ujar Josua.
“Saya rasa, China terus mendukung kerangka kerja tata kelola global yang lebih adil dan juga inklusif, mendukung reformasi di berbagai institusi internasional seperti IMF dan Bank Dunia, serta meningkatkan suara dan keterwakilan emerging market dan perekonomian-perekonomian berkembang.” (amr/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Selangkah Demi Selangkah, Xi Jinping Dorong Kerja Sama BRICS
Produsen Permesinan China Petik Keuntungan dari Kerja Sama BRICS
