BEIJING (Kepri.co.id – Xinhua) – Acara Indonesian Fair digelar di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing, ibu kota China, dalam rangka merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), berhasil menarik ribuan warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Beijing, warga lokal, serta pengunjung dari negara-negara lain.
Sebuah logo bertuliskan “Nusantara Baru, Indonesia Maju” tampak terpampang di depan pintu gedung KBRI.
Baca Juga: Dubes RI untuk China Optimis dengan Prospek Kerja Sama Indonesia-China
Di sampingnya, para pengunjung terutama warga lokal Beijing yang mendatangi KBRI, memanfaatkan kesempatan untuk berfoto bersama dengan beberapa petugas Indonesia yang mengenakan kostum khas dari berbagai suku di Indonesia, sembari menanyakan apa arti dari tulisan dalam logo tersebut, dan juga menyatakan harapan mereka untuk prospek cemerlang pembangunan Indonesia dan hubungan China-Indonesia.
Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk China, Djauhari Oratmangun, menyatakan harapan, agar lebih banyak wisatawan China berkunjung ke Indonesia untuk menikmati pemandangan memesona dan menyaksikan dinamika masyarakat Indonesia. Sang dubes juga secara singkat, menginformasikan kemajuan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Berbagai kios dan stan dipadati pengunjung yang tertarik pada berbagai kuliner dan produk khas Indonesia. Dengan diiringi lagu-lagu populer Indonesia sebagai latar, orang-orang yang berkumpul di KBRI, dengan senang hati bercengkerama dan menanyakan info-info terkait produk khas dan kebudayaan unik Indonesia.
Di antara stan-stan tersebut, yang paling menarik perhatian para pengunjung adalah stan yang menjual siomai dan soto. Aroma makanan khas Indonesia yang kaya cita rasa eksotis, menjadi sorotan di gelaran itu.
Siomai yang dibumbui kecap dan sambal, bumbu yang jarang terlihat di China, banyak diminati dengan harga 35 Yuan (1 Yuan = Rp2.191) per porsi.
Seorang pengunjung wanita bermarga Zhang (29), mengatakan ini pertama kalinya dia mencicipi makanan Indonesia, walau dulu pernah mendengar nama nasi goreng dan sate.
“Berbeda dengan cita rasa makanan China, makanan-makanan di sini memang mengesankan. Saya berharap, nantinya dapat mencicipi makanan-makanan lainnya langsung di Indonesia, pasti rasanya lebih autentik lagi,” kata Zhang.
Selain makanan, acara di KBRI ini juga mempromosikan berbagai destinasi wisata di Indonesia, khususnya destinasi-destinasi di luar Jawa dan Bali.
Tari-tarian dan lantunan musik tradisional Indonesia pun berhasil mendapat banyak perhatian dari para pengunjung. (hen/ xinhua-news.com)
