CANBERRA (Kepri.co.id) – Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese pada Rabu (18/3/2026), mengonfirmasi, sebuah proyektil milik Iran jatuh di dekat pangkalan udara di Uni Emirat Arab (UEA), tempat prajurit Australia ditempatkan, tetapi tidak ada personel yang terluka.
Albanese mengatakan kepada awak media pada Rabu (18/3/2026), proyektil tersebut menghantam sebuah jalan yang menuju Pangkalan Udara Al Minhad di Dubai selatan sekitar pukul 09.15 waktu setempat.
“Saya dapat mengonfirmasi bahwa tidak ada personel Australia yang terluka, dan semua orang dalam keadaan aman sepenuhnya saat ini,” ujarnya.
“Terdapat kerusakan ringan pada blok akomodasi dan fasilitas medis, akibat kebakaran kecil yang dipicu oleh hantaman proyektil ke akses jalan menuju pangkalan tersebut.”
Angkatan Pertahanan Australia (Australian Defense Force/ ADF) menggunakan Pangkalan Udara Al Minhad sebagai markas operasional sejak 2003, tetapi pangkalan itu hanya menampung pasukan ADF dalam jumlah kecil sejak penarikan pasukan dari Afghanistan pada 2021.
Albanese menyebutkan pada Rabu (18/3/2026), rezim Iran sedang melakukan “serangan acak” di seluruh kawasan Teluk. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Media Pemerintah Iran: Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Serangan Besar-besaran AS ke Iran Picu Banyak Pertanyaan
Rusia Kutuk Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Serukan Deeskalasi
Pemimpin Houthi Nyatakan Solidaritas dengan Iran, Siap Hadapi Segala Perkembangan
Intisari: Anggota Parlemen AS dari Partai Demokrat Kecam Trump atas Serangan terhadap Iran
